Sabtu, 18 Oktober 2014

VMJ, No Way..!!!

Bismillah..
In The Name of Allah..

Notes;
Bacalah tulisanku ini ketika hatimu tenang..
Sehingga bukan mata, tapi hati yang membacanya..
^___^,



Ketua ROHIS kecantol VMJ.!!!
Ikhwan nge-take in akhwat cantik nan rupawan yang bakalan jadi "istri masa depannya".!!!
Status galau mengumbar gejolak hasrat  tak terbendung..!!!
Panggilan sayang Ummi-Abi, Bunda-Panda..!!!
Bahkan TANPA MALU foto berfose intim dengan wanita yang bukan muhrim terpampang jelas di akun FB-nya.!!!
Biar kuperjelas sekali lagi "TANPA MALU..!!!



Yaa, VMJ (Virus Merah Jambu..!!!)
Istilah ini biasa diwanti-wanti dikalangan kader dakwah..
Menurutku dikatakan virus karena VMJ ini sering mengusik kemurnian niat kader dalam berdakwah dengan munculnya "rasa/kecenderungan" antara ikhwan dan akhwat yang bukan muhrim..



Ikhwatifillah, jujur kukatakan padamu..
"Aku gerah dengan persoalan-persoalan semisal ini.!!!"

Namun tiada yang mampu berlepas diri dari keadaan ini..

Bahkan mungkin dengan sadar maupun tidak, akupun menjadi salah satu tersangka yang berkontribusi atas VMJ yg terjadi..

Jangankan dengan rambut panjang terurai indah dan paha entah kemana-mana..
Pakaian takwa lengkap dengan kerudung yang terhulur panjang saja tidak menjadi jaminan kau akan aman dari mata-mata tak halal penuh hasrat..

Jangankan dengan senyum manis dan langkah indah berlenggak-lenggok bak model..
Kau duduk diam tanpa sepatah kata saja, mampu merobohkan pendirian hati sekuat baja yang seketika menjadi gusar mencari "tulang rusuk" nya yang hilang..


MasyaAllah..

Kalaulah kita benar-benar sadar dan faham bahwa begitu banyak agenda dakwah yang menanti dipelupuk mata, maka akankah masih dakwah ini terkontaminasi oleh hal-hal semisal ini.??

Beberapa waktu yang lalu aku mendengar kajian yang menyebutkan maraknya busana syar'i untuk muslimah, disatu sisi semakin mendukung tegaknya pakaian takwa, namun disisi lain justru menjauhkan hati dari nilai "takwa" yang sesungguhnya..
Muslimah sibuk dengan "pakaian syar'i berwarna apa.??" yang nak dipakai esok, lusa dan seterusnya hingga rela menabung untuk mendapatkannya..
Namun lalai menabung untuk bekal akhirat, boro-boro untuk meningkatkan kualitas iman..!!

Berbeda lagi dengan si ikhwan..
Yang sibuk dengan game online dari gadget hasil "ngemis" dari ortu..
Motor bulak-balik keluar masuk bengkel bukan karena rusak, tapi modifikasi yang tak kunjung usai untuk menutupi tampilan usang demi sebuah kata "kece", sehingga menarik hati akhwat rupawan berkerudung panjang yang sudah dikeker beberapa bulan terakhir..

Yaa, begitulah syaiton mengganggu dan mengusik kemurnian niat menjadi berbalut-balut keindahan berujung murka-Nya..
Sungguh ku akui kualitas kita masih sangat jauh tertinggal..

Ketika saat ini diujung belahan bumi Allah yang lain, Palestine..
Jangankan untuk memikirkan ikhwan atau akhwat mana yang bisa "dilirik".??
Dibenak mereka tiada hal lain yang difikirkan pemuda Palestine selain hanya berjuang dan bertahan menghadapi serangan membabi buta dari Israel..

Dibawah letusan tembakan dan bom, setiap detik yang mereka lalui menjadi sangat berharga demi harapan mereka masih mampu untuk menambah jumlah hafalan Qur'an yang akan menjadi kebanggaan jika sewaktu-waktu mereka dijemput Sang Rabb sebagai Syudaha..
Yang setiap menit mereka iri melihat satu per satu kerabat mereka yang telah pergi dengan tersenyum, menandakan indahnya pertemuan dengan Sang Penggenggam Jiwa..

MasyaAllaah..
Sungguh betapa malunya ketika suatu saat dengan mudahnya Rabb-ku mencabut nafas ini, dan amalan semasa hidupku masih jauh-jauh-sangat jauh lebih kecil dari biji Zarah..
Betapa ku pun kini sedang menampar wajahku sendiri dengan tulisanku ini bahwa setiap detikku jika kulalui hanya seperti ini, Allah-pun kan enggan menatapku..

Maka sadarlah wahai akhi, ukhti dan teruntuk jiwaku sendiri..
Betapa Allah menciptakanmu dengan sesempurna-sempurnanya penciptaan..
Maka akankah kau rela jika setiap langkahmu dalam dakwah ini hanya kan menjadi buih yang terlempar ketepi pantai.??
Tak berguna, sia-sia.??

Maka ukhti, dan tentunya diriku sendiri..
Jagalah Izzahmu, sehingga kau dihormati dimata sesiapapun..
Jagalah perangaimu, agar tak "mengundang" desiran halus dihatinya..
Jagalah lisanmu, tak perlu mendayu-dayu manja karena "dia" bukan siapa-siapa..


Dan akhi..
Jagalah pandanganmu, karena "dia" BUKAN "pemandangan" yang halal bagimu..
Jagalah wibawamu, tak perlu tebar pesona karena itu justru mengurangi "nilai"mu dimatanya..
Jagalah hatimu, tak perlu kau agresif memberikan perhatian berlebih pada "nya", karena sudah ada Rabb yang memperhatikan dan sebaik-baik penjaga untuknya..


VMJ, No Way..!!!
Dia siap membuyarkan fokusmu..
Serahkan saja cintamu menyeluruh untukNya..
Ku pastikan, takkan bertepuk sebelah tangan cintamu..!!!

Dan saat itu..
Cinta siapa yang tak bisa kau raih, huh..???
^___^,


Wallahua'lam bissowab..



Yaa, ini Aku..
Isnan Nisa NASUTION..
Walau sudah terkontaminisa oleh gaya bahasaku saat ini, tapi kurang lebih inilah yang kutulis dalam pelatihan menulis beberapa tahun yang lalu.. #walaupun banyak tambahan disana-sini..
Saat itu sang Editor membacakan tulisanku ini didepan seluruh peserta pelatihan..
Beliau membacakan dengan intonasi yang jauh diluar ekspektasiku atas tulisanku ini..
Dan saat itu, aku terkejut dan tak percaya..
"Is it really mine.??"
^___^,

Minggu, 12 Oktober 2014

Pengakuan berbuah PD

Bismillah..
In The Name of Allah..

Menegaskan hal yang mungkin sudah kalian tau..
"Aku, Isnan Nisa Nasution.."

Sebenarnya sudah sejak lama gandrungku dalam merangkai kata dalam bentuk tulisan..
Yaa, kau tahulah bahwa mood itu datang silih berganti..
Layaknya keimanan yang kadang naik dan turun..
Sehingga kalau dikatakan aku "Produktif dalam menulis", jujur aku masih jauh dari itu..


Menulis layaknya sebuah rutinitas yang kapan ku benar-benar dalam mood yang baik baru aku akan berlama-lama dengan laptop pink kecil kesayanganku ini..

Sekali waktu aku mengikuti pelatihan menulis oleh editor sebuah majalah bergenre Islam..
Dan dalam acara itu, kami peserta pelatihan diminta untuk menuliskan tulisan yang menarik..
Pembicara mengatakan "Buat tulisan yang jika tulisan itu dibaca oleh seorang editor majalah, maka tulisan kalian akan memenuhi syarat untuk diterbitkan.."
Kami diberi waktu 15 menit untuk menulis apapun itu..
Dan entah apa yang bagus dalam tulisanku sehingga tulisanku terpilih menjadi tulisan terbaik saat itu..

Dari penghargaan itu aku pun termotivasi untuk semangat menulis..

Beberapa kali aku menulai menulis apa yang kurasa menarik..
Bahkan kalau dibilang, aku memulai menulis ibarat menulis diary saja dulu..
Tak peduli apa kata orang tentang tulisanku yang masih cakar ayam..
Toh ini adalah tulisan iseng, fikirku..

Beberapa waktu terakhir ini aku bukannya ingin menulis..
Tapi beberapa teman membahas tentang hal-hal yang entah mengapa kutanggapi dengan serius melalui rangkaian kata tak biasa..
Seperti hari ini, pagi-pagi aku  mendapati sahabatku yang mengucapkan kata-kata perpisahan karena harus kembali kekampung halamannya untuk mempersiapkan pernikahannya seminggu kedepan..

Dan untuk sahabatku itu, akupun menulis seperti ini..

Subhanalloh..
Senang sekali mendapat kabar bahagia dari saudara seiman yang akan menggenapkan setengan dhinnya..
Terbayang betapa dulu Rasulullah saw pun sangat bahagia dan senang dengan adanya pernikahan..
Dibenak beliau dari pernikahan pasangan yang sholih maka akan menambah jumlah ummat yang akan menegakkan kalimatulloh..
Ana pun berbahagia atas kabar gembira dari antum..

Mungkin sedikit masukan dari ana, semoga berkenan..
Calon istri antum adalah wanita sepertihalnya kami..

Semua wanita selalu ingin dihormati..
Maka nantinya libatkan istrimu dalam setiap keputusan besar dalam keluarga..

Semua wanita selalu ingin disayang..
Maka nantinya perhatikan hal-hal kecil yang membuat hatinya bahagia bersamamu..

Semua wanita ingin menjadi istri yang sholiha untuk suaminya..
Maka ajarkan ia dengan akhlaqmu yang baik, karena perlakuanmu yang tulus dari hati akan lebih cepat menyentuh hatinya..

Semua wanita ingin menjadi ibu, dan nantinya mungkin akan berubah bentuk fisiknya karena melahirkan buah hatimu..
Maka perlakukan ia laksana secantik bidadari karena ia berjuang melawan maut memperjuangkan benih cintamu..

Wallohua'lam akhi..
Semoga sebuah kalimat suci yang akan antum ucapkan disaat akad nanti akan mengguncang Arsy-Nya dan saat itu antum mengingat dan mendoakan kami semua yang juga menanti saat-saat untuk duduk ditempat yang sama sepertimu..

Salam ukhuwah dari saudarimu..
Isnan Nisa Nasution
^___^,


Yaa, itulah "celotehanku" yang ditanggapi positif pula oleh teman-teman yang lain..
Sehingga benar saja salah satu syarat berdirinya negara adalah "Adanya pengakuan dari beberapa negara lain", kini lebih kufahami..
Karena dengan Pengakuan, maka kepercayaan diri kita akan bertambah dan bertambah..
"Pengakuan" yang kumaksud bukan semata dari "Manusia"..
Namun ketika Rabb yang memberikan kelebihan apapun pada diri mu sehingga kau dapat menggunakan kelebihan tersebut dalam koridor keta'atan, maka Rabbmu akan memberikan "Pengakuan" berupa meninggikan derajatmu beberapa kali karna kau mensyukurinya dalam ta'at..

“ (Niscaya) Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. ( QS : Al Mujadilah : 11)



Yaa, smoga menjadi cambuk untukku dan antum sekalian suatu saat menulis buku, insyaAllah..

Wallahua'lam bissowab..



Lagi-lagi AKU
"Isnan Nisa NASUTION"
Jakarta, Senin 13 Oktober 2014
Celotehan ringan disela packing akan kembali ke kota itu, Malang..
^___^,