Rabu, 25 Agustus 2021

PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH

 

Kode/ Rumpun Ilmu: 723/ Pendidikan Ekonomi

 
 


LAPORAN AKHIR PENELITIAN

MANDIRI

 

 

Judul:

PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PENDIDIKAN EKONOMI

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH

 

Tim Pengusul:

 

Isnan Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd.

NIDN: 0129058902

Dalmi Iskandar Sultani, M.Pd.I.

NIDN.0107078704

 

 

 

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN)

AL-WASHLIYAH MEDAN

2021


 

RINGKASAN

Pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan penyelenggara pendidikan untuk membentuk kemajuan bangsa melalui pembinaan dan pembimbingan mahasiswa menjadi cerdas, berkarakter, dan mampu berkompetisi dengan negara lain. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan motivasi dan persiapan proses pembelajaran dengan menarik. Agar belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya benar-benar dapat terwujud.

Namun demikian, dalam proses pembelajaran terdapat kendala dan hambatan yang menjadikan proses belajar tidak lancar. Ditemui masalah seperti kesulitan dalam memahami apa yang dipelajari sehingga menimbulkan rasa bosan, kejenuhan, keributan dan kemalasan dalam belajar. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya motivasi belajar, kurangnya motivasi dapat memperburuk keadaan belajar dan akan berdampak pada menurunnya prestasi belajar.

Selain itu, rutinitas menyampaikan materi pembelajaran dengan cara online dapat menyebabkan kebosanan dan kejenuhan. Lebih jauh dari itu, membaca online, diskusi online, sangat menyita waktu dan perhatian ditengah situasi yang tidak baik seperti gangguan jaringan, eror, dan lainnya. Situasi belajar online ini dimulai sejak mewabahnya virus corona yang berakibat dibatasi/dilarangnya bertemu dan bertatap muka dengan manusia lainnya. Mau tidak mau suka atau tidak suka proses pembelajaran harus tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembelajaran online bagi mahasiswa. Secara khusus penelitian ini mengambil sasarannya adalah mahasiswa yang terlibat langsung dalam pembelajaran online. Peneliti beralasan pastilah ada pengaruh yang ditimbulkan akibat belajarr online terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mendapatkan bagaimana hasil belajar mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran online.


 

PRAKATA

Assalamu’alaikum, wr, wb…

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Puji syukur kehadirat Allah swt., atas nikmat yang diberikan serta taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua. Selanjutnya, Shalawat salam kepada Nabi Muhammad saw., selaku ushwatun hasanah di dunia wal akhirat, yang telah membawa umatnya dari alam kegelapan menuju alam terang benderang dan ber-Ilmu pengetahuan pada saat sekarang ini. Yang telah menyebarkan dan memperjuangkan Agama Islam dari hanya beliau seorang yang mengetahuinya hingga seluruh dunia mengakuinya dan perlu kita yakini pula tidak ada satu orangpun yang mampu menggugat keberadaannya.

Berkat do’a dan kesungguhan hati serta kerja keras maka kegiatan penelitian ini selesai di laksanakan tentang Pengaruh Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Smester Iv Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.” Dapat dilakukan

Amiinyarabbal ‘alamiin…

 

 

Medan,     Mei 2021


Isnan Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd

 

 

 


 

DAFTAR ISI

 

Halaman Pengesahan............................................................................................ i

Ringkasan.............................................................................................................. ii

Prakata .................................................................................................................. iii

Daftar Isi .............................................................................................................. iv

BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1  

A.    Latar Belakang Masalah............................................................................ 1

B.     Rumusan Masalah .................................................................................... 2

C.     Tujuan Penelitian ..................................................................................... 2

D.    Urgensi Penelitian .................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................ 4

A.    Prestasi Belajar.......................................................................................... 4

B.     Pembelajaran Inline................................................................................... 7

C.     Road MAP Penelitian................................................................................ 12

BAB III TUJUAN DAN MANFAATN PENELITIAN ................................... 13

BAB IV METODE PENELITIAN.................................................................... 14

A.    Rancangan Penelitian................................................................................ 8

B.     Tempat Penelitian...................................................................................... 9

C.     Sumber Data ............................................................................................. 9

D.    Sampel Penelitian...................................................................................... 9

E.     Teknik Analisis Data................................................................................. 9

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................. 17

BAB VIPENUTUP............................................................................................. 22

A.    Kesimpulan................................................................................................ 22

B.     Saran.......................................................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 23

LAMPIRAN:

1.      Biodata Peneliti

2.      Laporan Penggunaan Dana Penelitian


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang Masalah

Penelitian direncanakan berorientasi pada pembelajaran online. penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran online dilaksanakan serta pengaruhnya terhadap pemahaman dan hasil belajar mahasiswa.

Belajar merupakan aktifitas ilmiah yang dilakukan  di dalam dan luar kelas. Tursam Hakim, mengartikan belajar sebagai suatu proses perubahan dalam kpribadian manusia, perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan,  pengetahuan,  sikap,  kebiasaan,  pemahaman,  ketrampilan,  dayapikir dan  lain-lain.[1] Untuk itu, perlulah menerapkan pembelajaran yang  baik  dalam  proses  pembelajaran.

Proses pembelajaran itu baiknya dilakukan di dalam kelas dengan saling bertatap muka, menyampaikan pelajaran, menjelaskan, bertanya, diskusi, dilakukan secara langsung, lues. Sehingga pelajaran atau materi ajar dapat diterima dengan baik, dengan penjelasan-penjelasan yang luas dan berkembang.

Pembelajaran yang berlangsung di kelas merupakan proses interaksi antara dosen, mahasiswa, kurikulum, sarana pembelajaran termasuk media pembelajaran, dan komponen lain yang berpengaruh pada pada proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dalam mencapai tujuan pembelajaran yang salah satu komponen pembelajaran yang penting adalah metodologi pembelajaran.

Nana Sudjana & Ahmad Rivai (2002: 1) menyatakan bahwa metodologi pembelajaran adalah suatu teknik yang digunakan dalam interaksinya dengan mahasiswa agar bahan pembelajaran sampai, sehingga mahasiswa menguasai tujuan pembelajaran. Salah satu unsur penting dalam metode pembelajaran adalah penggunaan media pembelajaran yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat lebih menarik perhatian siswa, dan dapat menumbuhkan motivasi belajar, sehingga bahan belajar yang diterima akan lebih jelas dan bermakna, yang akhirnya diharapkan dapat mempertinggi prestasi prestasi belajar yang dicapai.

Berkaitan dengan hal di atas, segala bentuk media terasa sulit untuk digunakan dalam situasi belajar online, dimana belajar online dilakukan dengan menggunakan media seperti HP, Laptop, yang membutuhkan koneksi jaringan internet yang baik. Pembelajaran berlangsung dalam jaringan, membaca, menjelaskan, bertanya, diskusi, terkait pokok bahasan yang disajikan.

Pembelajaran online ini diberlakukan sejak mewabahnya virus corona di Indonesia yang memaksa pemerintah mengeluarkan peraturan untuk antisipasi dan menjaga diri dari bahaya penyebaran virus tersebut. Salah satunya adalah melakukan PSBB, membatasi sosial dalam sekala besar, maka termasukalah proses belajar mengajar dilingkungan sekolah dan kampus. Alhasil perkuliahan pun dilaksanakan secara daring demi berlangsungnya prose belajar mengajar. Dengan diberlakukannya peraturan tersebuat membawa dampak perubahan yang massif bagi mahasiswa, yang tadinya belajar dikelas ecara tatap muka, naka dilaksnakan secara online.

Dengan demikian sudah pastilah memiliki dampak dan pengaruh terhadap mahasiswa, baik dari segi belajar, pemahaman, dan hasil belajarnya. Dengan melihat hal demikian maka mendorong penelitui melakukan penelitian guna mengetahui bagaimana pemahaman dan hasil belajar mahasiswa dengan tema “Pengaruh Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Smester Iv Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.”

 

B.     RUMUSAN MASALAH

Perumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu;

1.      Bagaimana pengaruh pembelajaran online terhadap pemahaman dan hasil belajar mahasiswa?

 

C.    TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui;

1.      Untuk mengetahui pembelajaran online terhadap hasil belajar mahasiswa semester IV Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.”

 

D.    URGENSI PENELITIAN

Pembelajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan haruslah menjunjung tinggi nilai-nilai dan semangat. Upaya membentuk iklim pembelajaran yang aman merupakan suatu keharusan yang diupayakan. Dengan pengertian, pembelajaran yang kondusif di dalamnya akan menjadikan semangat serta memudahkan untuk menyerap setiap pelajaran yang diberikan.

Penelitian yang dilakukan akan mengetahui tentang bagaiamana Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Semester IV Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.”. Sistem pembelajaran online yang sudah berlangsung apakah membawa dampak yang positif terhadap hasil belajar atau malah sebaliknya.

Disatu sisi perkuliahan daring ini memang memudahkan dalam artian bisa dimana saja dilakukan yang tidak menuntut pada satu tempat sja seperti perkuliahan tatap muka yang mesti berangkat ke kampus dan belajar. Perkuliahan daring ini dimana sja kita berada jika sudah saatnya masuk kuliah kita bisa tetap mengikuti perkuliahan dengan menggunakan laptop, hp, yang di dalamnya terdapat aplikasi yang sesuai dipakai untuk melaksanakan perkuliahan.

Yang jadi pertanyaannya pastilah ada pengaruh yang ditimbulkan dalam perkuliahan daring ini, baik itu membawa pengaruh positif atau negative dari sudut keseriusan mengikuti perkuliahan, dan dari segi nilai yang didapat apakah meningkat atau malah menurun, mengenai pemahaman terhadap bahan ajar diskusi, apakah dapat dengan mudah memahami materi atau malah sebaliknya menjadi sulit. Hal tersebut bisa saja terjadi karena kondisi dan situasi masing-masing apakah koneksi internetnya baik atau tidak.

 


 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A.      PRESTASI BELAJAR

1.      Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yakni prestasi dan belajar. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian prestasi belajar, disni peneliti menjabarkan beberapa pengertian dari para ahli tentang kedua kata tersebut dengan tujuan untuk menjawab apa sebenarnya maksud dari prestasi belajar sehingga bisa dimengerti dan di pahami.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengertian prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah diakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Sedangkan menurut Saiful Bahri Djamarah dalam bukunya Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Dalam buku yang sama Nasrun harahap, berpendapat bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan siswa berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa.

Melihat pengertian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah suatu hasil yang diperoleh setiap orang yang belajar dengan sungguh-sungguh, dengan usaha yang maksimal tanpa kenal lelah hingga memperoleh prestasi dalam belajar sesuai denga napa yang di usahakannya.

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa Prestasi Belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu: kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, Prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran. Belajar adalah aktifitas mental atau (Psikhis) yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relativ tetap dalam aspek-aspek: kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan/penigkatan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.[2]

Tidak jauh berbeda dengan pengertian sebelumnya bahwa prestasi belajar disini lebih mengarah kepada beberapa aspek, kognitif, afektif, psikomotorik. Ini menunjukan bahwa yang dikatakan prestasi belajar adalah jika seseorang memperoleh semua aspek dengan usaha yang sungguh-sungguh dilakukan dan menjadikan seseorang itu mengalami perubahan-perubahan yang berfsgifat relaif trus meningkat dengan menemukan hal-hal baru atau penyempurnaan pemahaman pengetahuan yang sudah dimiliki menjadi lebih matang.

Terkait dengan prestasi belajar ini ada beberapa pemaknaan yang termasuk ke dalam macam prestasi belajar sperti tertera di atas diantaranya aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Menurut Bloom dkk yang dikutip oleh Oemar Hamalik, mengkategorikan prestasi belajar kedalam tiga ranah, yaitu:[3]

1.      Ranah kognitif, meliputi kemampuan pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

2.      Ranah afektif, meliputi prilaku penerimaan, sambutan, penilaian, organisasi dan karakterisasi.

3.      Ranah psikomotorik meliputi kemampuan motorik berupa persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan dan kreativitas.

Menurut Sardiman Am Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar diri individu dalam belajar.[4] Dengan demikian prestasi belajar dapat ditentukan oleh beberapa faktor dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah antara lain: Siswa sendiri, Guru dan personal lainnya, Bahan pengajaran, Metode mengajar dan sistem evaluasi, Sarana penunjang, Sistem administrasi.[5]

 

 

 

2.      Tujuan Belajar

Darsono secara umum mendefinisikan pengertian belajar merupakan suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadinya perubahantingkah laku, makapengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh gurusedemikian rupa, sehingga tingkah laku peserta didikberubah ke arah yang lebih baik.

Dengan demikian dapat dilihat beberapa tujuan belajar adalah sebagai berikut: (Sadirman, 2008:28)

1.      Untuk mendapatkan pengetahuan

Hal ini ditandai dengan kemampuan berfikir. Pemilikan pengetahuan dan kemampuan berfikir sebagai yang tidak bisa dipisahkan. Dengan kata lain tidak dapat mengembangkan kemampuan berfikir tanpa bahan pengetahuan, sebaliknya kemampuan berfikir akan memperkaya pengetahuan.  Tujuan ialah yang memiliki kecenderungan lebih besar perkembanganya di dalam kegiatan belajar.  Dalam hal ini peran guru sebagai pengajar lebih menonjol.

2.      Penanaman konsep dan keterampilan

Penanaman konsep atau merumuskan konsep, juga memerlukan suatu keterampilan. Keterampilan itu memang dapat di didik, yaitu dengan banyak melatih kemampuan.

3.      Pembentukan sikap

Dalam menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak didik, guru harus lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatanya. Untuk ini dibutuhkan kecakapan mengarahkan motivasi dan berfikir dengan tidak lupa menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh.[6]

Terkait dengan tujuan belajar menurut Arifin, prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:[7]

1.       Sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.

2.      Sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.

3.      Sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.

4.      Sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan.

5.      Dapat dijadikan sebagai indikator terhadap daya serap anak didik.

 

Berkaitan dengan prestasi belajar terdapat factor yang mempengaruhinya, Muhibbin Syah membagi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menjadi 3 macam, yaitu: 1) faktor internal, yang meliputi keadaan jasmani dan rohani siswa, 2) faktor eksternal yang merupakan kondisi lingkungan di sekitar siswa, dan 3) faktor pendekatan belajar yang merupakan jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materimateri pelajaran.

Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pengajaran. Yang dimaksud dengan kualitas pengajaran ialah tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran.[8] Untuk meningkatkan kualitas pengajaran dibutuhkan pula strategi, agar apa yang disampaikan berjalan lancer dan peserta dapat memahami pelajaran dengan baik.

Ada beberapa definisi strategi pembelajaran sebagaiman yang telah dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantarannya dalah yang dikemukakan oleh Darmansyah, strategi pembelajaran merupakan pengorganisasian isi pelajaran, penyampaian pelajaran dan pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang digunakan oleh guru guna menunjang terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Hal itu berarti bahwa strategi pembelajaran menggunakan berbagai sumber belajar yang digunakan oleh guru seperti menggunakan alat peraga, buku teks, dan kartu indeks dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.[9]

Dari pengertian strategi pembelajaran tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu proses/cara pelaksanaan pemebelajaran dalam membantu kegiatan belajar siswa, yang dimuali dari mengorganisasikan, mengatur dan merencanakan bahan ajar, agar terlaksana proses pembelajaran yang lebih baik dan tentunya lebih efektif dan efisien untuk mencapai setiap tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan dan ditargetkan.

 

 

B.       PEMBELAJARAN ONLINE

1.      Pengertian Pembelajaran Online

Pembelajaran online awal mulanya dikenal karena adanya pengaruh pembelajaran berbasis elektronik (e-learning) yang pertama kali diperkenalkan oleh Univeritas Illionis, yang mana menggunakan sistem pembelajaran berbasis komputer. Online learning merupakan sistem yang menyediakan fasilitas untuk belajar kapan pun dan dimana pun selama masih dapat mengakses sistem tersebut. Tanpa terbatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Adapun materinya telah disediakan di dalam sistem tersebut. Materi dapat disediakan dalam bentuk verbal, visual, audio dan gerak.[10]

Menurut Bonk Curtis J. (2002), Beliau secara tersirat menyampaikannya dalam survei nline Training in an Online World, bahwa konsep pembelajaran online sama artinya dengan e-learning. sementara menurut The Report of the Commission on Technology and Adult Learning (2001) dalam Bonk Curtis J. (2002, hlm. 29), defines e-learning as “instructional content or learning experiences delivered or enabled by electronic technology”. Sehingga menurut pengertian yang beliau kemukakan, bahwasanya siswa dan guru memerlukan komunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Ibarat kata, komputer dengan internetnya, telepon dengan mesin fax-nya.[11]

Oleh karena itu, Online learning memerlukan siswa dan pengajar berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti media komputer dengan internet-nya, telepon atau fax, Pemanfaatan media ini bergantung pada struktur materi pembelajaran dan tipetipe komunikasi yang diperlukan. Transkrip percakapan, contoh-contoh informasi, dan dokumen-dokumen tertulis yang menghubungkan pada online learning atau pembelajaran melalui Web yang menunjukkan contoh-contoh penuh teks adalah cara-cara tipikal bahwa pentingnya materi pembelajaran didokumentasi secara online. Komunikasi yang lebih banyak visual meliputi gambaran papan tulis, kadang-kadang digabungkan dengan sesi percakapan, dan konferensi video, yang memperbolehkan siswa yang suka menggunakan media yang berbeda untuk bekerja dengan pesanpesan yang tidak dicetak.[12]

 

Pembelajaran daring akan berjalan dengan baik apabila akses internet bisa menjangkau ke seluruh daerah, sehingga pendidikan secara online betul-betul dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat. Pemerintah melalui Kemenristekdikti akan terus mendorong untuk diselenggarakannya perkuliahn online di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, sebagai langkah awal menyambut revolusi industri 4.0.

 

2.    Manfaat Pembelajaran Online

Adapun menjadi manfaat pembelajaran online anra lain sebagai berikut:[13]

a.    Efisiensi Biaya.

E-learning tersebut memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggarannya, efisiensi penyediaan sarana serta juga fasilitas fisik untuk dapat belajar serta juga efisiensi biaya bagi pembelajar ialah biaya transportasi serta akomodasi.

b.    Fleksibel.

E-learning tersebut memberi fleksibilitas didalam memilih waktu serta juga tempat untuk dapat mengakses perjalanan.

c.    Belajar Mandiri.

E-learning tersebut memberi kesempatan bagi pembelajar dengan secara mandiri memegang seluruh kendali atas keberhasilan dalam proses belajar.

 

Manfaat E-learning dengan menurut Pranoto, dkk (2009:309) antara lain sebagai berikut:

a.    Meningkatkan suatu partisipasi aktif dari mahasiswa.

b.    Meningkatkan suatu kemampuan belajar mandiri mahasiswa.

c.    Meningkatkan suatu kualitas materi pendidik serta juga pelatihan.

d.    Meningkatkan suatu kemampuan untuk dapat menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, yang mana dengan perangkat biasa akan sulit dilakukan.[14]

 

 

 

3.      Kelebihan dan Kekurangan Belajar Online (E-Learning)

Dalam bentuk beragam pembelajaran e-learning menawarkan sejumlah kelebiah baik kepada pengajar maupun pelajar, berikut adalah kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis website (e-learning).

 

a.       Kelebihan e-learning

1.      Pengalaman pribadi dalam belajar, pilihan untuk mandiri dalam belajar menjadikan siswa untuk berusaha melangkah maju, memilih sendiri peralatan yang digunakan untuk penyampaian belajar mengajar, dan mengumpulkan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan.

2.      Mengurangi biaya, lembaga penyelenggara e-learning dapat mengurangi bahkan menghilangkan biaya perjalanan untuk pelatihan, menghilangkan pembangunan untuk sebuah kelas, dan mengurangi waktu yang dihabiskan oleh pelajar untuk pergi sekolah.

3.      Mudah dijapai, pemakai dapat dengan mudah memakai e-learning dimanapun juga selama mereka terhubung dengan internet, e-learning dapat dicapai para pemakai dan pelajar tampa dibatsi oleh jarak, tempat, dan wakktu.

4.      Kemampuan bertanggung jawab, kenaikan tingkat, pengujian, penilaian, dan pengesahan dapat diikuti secara otomatis sehingga semua peserta (pelajar, pengembang dan pemilik) dapat bertanggung jawab terhadap kewajibanya masing-masing didalam proses belajar mengajar.

5.      Dapat terhubung dengan jaringan dari berbagai sumber dengan beragam format.

6.      Potensial untuk akses yang luas, misalnya paruh waktu atau siswa/mahasiswa yang sedang bekerja.

7.      Dapat memacu siswa/mahasiswa untuk belajar mandiri dan aktif.

8.      Dapat memfasilitasi tambahan materi yang bermanfaat untuk program konfensional.[15]

 

 

 

Jika segala sesuatu itu memiliki kelebihan maka bgitu juga sebaliknya akan ditemui pula kekurangan, diantara kekurangan pembelajaran online adalah: [16]

1.      Kurang interkaksi antara pelajar dan pengajar atau bahkan antara palajar itu sendiri, kurangnya interaksi itu sendiri dapat memperlambat terbantuknya value dalam proses belajar mengajar. Beberapa metode pembelajaran e-learning bersifat satu arah. Hal tersebut menyebabkan interaksi pengajar dan siswa menjadi berkurang sehingga akan sulit bagi Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang sukar dipahami.[17]

2.      Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspeksosial atau sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.

3.      Proses belajar mengajar cenderung kearah pelatihan dari pada Pendidikan. Materi yang diajarkan dalam e-learning direspon berdasarkan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan si pengguna. Beberapa orang mungkin dapat menangkap materi dengan lebih cepat hanya dengan membaca, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama sampai benar-benar paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.

4.      Perubahan peran mengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional kini juga dituntut menguasai teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, comunication, and technology).

5.      Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).

6.      Kurangnya sumberdaya manusia (SDM) yang menguasai internet.

7.      Kurangnya bahasa penguasaan computer.

8.      Akses komputer yang kurang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi para peserta didik bisa frustasi bila mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar dan vidio karena peralatan yang tidak memadai.

9.      Tersedianya infratruktur yang bisa dipenuhi.

10.  Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga panduan dan fitur pertanyaan diperlukan.

11.  Peserta didik dapat merasa terisolasi. Meskipun e-learning menawarkan kemudahan, fleksibilitas dan kemampuan untuk mengakses kelas secara jarak jauh pada waktu pesertasendiri, peserta mungkin akan merasa terisolasi. Ini karena belajar online adalah tindakan yang dilakukan sendiri untuk aktifitas bersama, yang mungkin memberi perasaan bahwa mereka bertindak sepenuhnya sendiri. Seiring kemajuan teknologi dan manfaat e-learning, peserta didik sekarang dapat terlibat lebih aktif dengan professor atau siswa lain yang menggunakan alat seperti konferensi video, media sosial dan forum diskusi.[18]

12.  Kurangnya pengawasan dalam melakukan pembelajaran secara daring membuat pengguna e-learning kadang kehilangan fokus. Dengan adanya kemudahan akses, beberapa pengguna cenderung menunda-nunda waktu belajar. Perlu kesadaran diri sendiri agar proses belajar dengan metode daring menjadi terarah dan mencapai tujuan. Stay healthy and always keep our spirit up![19]

13.  Terkait Kesehatan, E-learning membutuhkan penggunaan komputer dan perangkat sejenis lainnya, ini berarti bahwa kelelahan mata, postur tubuh yang buruk dan masalah fisik lainnya dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Saat menjalankan kursus online, ada baiknya Anda mengirimkan panduan tentang postur duduk yang benar, tinggi meja kerja dan rekomendasi untuk istirahat yang teratur.[20]

 

C.      Road MAP Penelitian

Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa peneliti pada Fase 1 akan melakukan pengamatan dan kajian atas hasil penelitian. Target yang ingin dicapai adalah mengetahui pengaruh pembelajaran online terhadap hasil belajar mahasiswa. Temuan tersebut memuat bagaiman pengaruh pembelajaran pengaruh yang ditimbulkan oleh aktifitas belajar online.

Fase 2, peneliti menuangkan hasil penelitian dalam paper yang akan diterbitkan dalam sebuah jurnal.  Tujuan menseminasikan hasil penelitian untuk menyebarluaskan informasi dan data yang berguna bagi peningkatan pembelajaran dalam ranah pendidikan.

BAB III

TUJUAN DAN MANFAAT PENELTIAN

 

1.        Tujuan Penelitian

Untuk mendapatkan   informasi   tentang “Pengaruh Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Semester IV Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara AL Washliyah.” Dengan harapan penelitian ini mampu menyumbang ide dalam perkembangan pembelajaran.

 

2.      Manfaat Penelitian.

Salah satu usaha yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan pembelajaran adalah menciptakan dan membangun iklim belajar yang baik. Termasuk pembelajaran berbasis online. Pembelajaran akan mempermudah proses belajar mengajar karena dapat dilakukan di mana saja. Sistem belajar online lebih fleksibel karena bisa dilakukan di mana saja. Anak tidak harus duduk berjam-jam di ruang kelas. Pembelajaran online bisa dilakukan baik saat anak sedang libur di rumah baik di ruang tamu, di kamar, di kafe, atau bahkan saat sedang di perjalanan

Waktu belajarnya juga tidak kaku sehingga bisa disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari buah hati Anda. Ditambah lagi, belajar online bisa menghemat waktu baik anak Anda maupun waktu Anda sendiri karena tidak perlu terjebak macet saat mengantar anak Anda ke sana kemari. Ini juga berarti Anda bisa menghemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk bensin dan parkir.

Selain itu, belajar online berarti pembelajaran tidak lagi terbatas oleh jarak dan tempat. Dengan kata lain, anak Anda bisa saja belajar dengan pengajar dari negara lain. Hal ini tentu baik untuk perkembangan anak terutama untuk kemampuan bahasa asingnya.

Penelitian ini menjadi penting dilakukan guna mengetahui bagaimana “Pengaruh Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Semester IV Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara AL Washliyah.” sehingga hasilnya mampu menjadi bahan kajian dan rekomendasi untuk kemajuan pendidikan.


 

BAB IV

METODE PENELITIAN

 

A.    Rancangan Penelitian

Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field risearch) berupa penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur penelitian akan menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang bisa diamati. Penelitian bertujuan mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena secara apa adanya.[21] Peneliti ingin mengangkat tentang bagaiaman pengaruh yang ditimbulkan oleh aktifitas pembelajaran online, maka jenis penelitian yang dianggap cocokialah penelitian kualitatif.

Perencanaan kegiatan pengumpulan data dijelaskan sebagai berikut;

1.      Metode Observasi: Observasi (observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.[22] Observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.[23]

2.      Metode Wawancara: Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasiide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.[24] Wawancara adalah proses percakapan dengan maksud   untuk   mengkonstruksi   mengenai   keadaan   orang, kejadian, organisasi, motivasi, perasaan, dan sebagainya, yang dilakukan dua pihak pewawancara (interviewer) mengajukan pertanyaan dengan yang diwawancarai (interviewee).[25]

Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan metode bebas terpimpin, yaitu peneliti bebas menanyakan apa saja, namun mempunyai sederet pertanyaan yang sudah terperinci dalam pola komunikasi langsung.

 

B.     Tempat Penelitian

Universitas Muslim Nusantara Al Wasliyah Medan

 

C.    Sumber Data

Sumber data dalam kajian penelitian ini adalah subyek darimana data itu diperoleh.[26] Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah suatu yang hendak diteliti dalam sebuah penelitian.[27] Yaitu ahasiswa smester IV Pendididkan Ekonomi UMN Al Washliyah Medan. Adapun yang dijadikan obyek penelitian di sini adalah “Pengaruh Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Smester IV Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara AL Washliyah.”

Penelitian ini diperioritaskan pada data yang bersumber dari ucapan langsung informan, dilengkapi dengan dokumentasi sebagai data penunjang. Sugiyono, mengemukakan populasi adalah wilayah jeneralisasi yang   terdiri   atas   obyek   atau   subyek   yang   mempunyai   kualitas   dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan. Dan populasi bukan hanya orang,tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain.[28]

 

D.     Sampel Penelitian

Penelitian ini akan melibatkan mahasiswa smester IV Pendidikan Ekonomi UMN Al Washliyah Medan.

 

E.     Teknik Analisis Data

Metode analisis data berarti melakukan interpretasi terhadap data-data yang telah tersusun dan terseleksi. Maka analisis data yang dugunakan adalah analisis data kualitatif. dengan 4 (empat) langkah: 1. Pengumpulan data, 2. Reduksi data (data reduction), 3. Penyajian data (data display), 4. Penarikan kesimpulan.[29]

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data  yang diperoleh  dari  hasil  wawancara,  catatan lapangan,  dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudahuntuk  dipahami.[30] Teknik  analisis  data  yang  digunakan  adalah  analisisinteraktif model Milles dan Michael Huberman yakni terdiri dari:[31]

1.      Data Reduction (Reduksi Data)

Reduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting dari tema dan polanya, membuang yang tidak perlu.

2.      Data Display (Penyajian Data)

Penyajian data bisa dalam bentuk uraian singkat, bangun, hubungan antar kategori, lowchart. Milles dan Huberman menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data adalah teks yang bersifat naratif.

3.      Verification (Penarikan Kesimpulan)

Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, bahkan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tapi bila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten merupakan kesimpulan yang kredibel.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Disatu sisi kuliah online sangat membantu dalam menghemat pengeluaran untuk ke kampus biaya tambahan, Mata kuliah yang diberikan dalam portal bisa dipelajari kapan saja. Skill di bidang iptek mengasah otak para mahasiswa yang mana ini mengembangkan mutu pengetahuan mahasiswa diluar ajaran kampus atau tatap muka yang biasanya hanya terpaku pada buku, ppt, dan penjelasan dari dosen. Mengajarkan mahasiswa atas pencapaian ilmu dengan mencari sumber-sumber lain. Melatih kemandirian, mengikuti perkuliahan tidak ditentukan tempatnya, jaringan internet bereparan penting bagi mahasiswa.

Namun disisi lain kuliah online tidaklah efektif terkhusus di Indonesia belum sanggup melakukan kuliah online yang di mana murid kebanyakan tidak bisa menyerap ilmu yang di sampaikan melalui online yang ada rugi di murid spp tetap bayar dan kuota internet habis tapi ilmunya gak dapat, kalua dilihat sepertinya tidak ada kelebihannya hanya ada kekurangannya yang sungguh banyak baik dari kesiapan mahasiswa yang di mana prosesnya sangat ribet dan tergantung kepada jaringan internet.

Selain itu kuliah online mahasiswa mahasiswa banyak merasa dirugikan dalam pengambilan absen/ daftar hadir padahal kesalahan bukan dari mahasiswa yang mana portal cacat saat login, komunikasi yang kurang intens antara mahasiswa dan dosen saat penyampaian masalah karena hanya melalui komunikasi secara daring bukan tatap muka dan disisni kurangnya keleluasaan mahasiswa menyampaikan masalahnya. Hingga berbuntut pada mahasiswa/i jadi malas belajar, terlalu santai, kadang sampai lupa kalau sedang ada kuliah, Pelajaran tidak bisa masuk ke akal pikiran, dan seperti menganggap remeh kurang menghargai dosen saat daring.

Sebahagian besar sangat bersemangat mengikuti perkuliahan online ini karena tidak mesti berangkat ke kampus bisa dilakukan dimana saja pada saat apapun. Mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sunggu dikarenakan kuota internet akan habis tidak berguna jika tidak dipergunakan dan dimanfaatkn sebaik-baiknya. Jadi bagi yang berniat untuk belajar memang benar-benar memanfaatkan waktunya untuk mengikuti perkuliahan dengan baik berusaha memahami setiap pelajaran yang didiskusikan. Disamping itu ada juga yang tidak bersemangat serta sungguh-sungguh, menjadi wajar karena setiap manusia memiliki sifat dan karakter yang berbeda pula. Terlebih lagi saat jaringan internet bermasalah, menjadi lemot, lola, menjadikan sulit menerima informasi saat kuliah berlangsung. Pada saat itu titik jenuh pun timbul hingga rasa malas pun dating serta berpikir tidak ada gunanya belajar secara online, tidak mendapatkan kepuasan dalam belajar.

Semuanya sangat antusias mengikuti kuliah melalui Vicon/ Kamera video sebab dengan itu dapat melihat satu sma lain. Hanya beberapa saja yang tidak perduli untuk mengikutinya, mereka mengisi daftar hadir, tidak mengaktifkan kamera video, berbagai alasan yang disampaikan seperti jaringan susah, kamera rusak, walaupun alasan tersebut memang benar. Tidak ada yang hanya mengisi absen saja setelah itu tidak mengikuti perkuliahan, tidak aktif, kamera tidak aktif dalam artian memang mereka sengaja tidak mengikuti perkuliahan. Alasan lainya seperti sinyal saya tidak ada, listrik mati, atau keadaan lagi hujan kadang sinyal tidak ada. Untuk server juga sering eror mungkin karena terlalu banyak yang memakai jaringan sehingga mengakibatkan server eror. Jadi tidak ada mahasiswa yang hanya mengisi daftar hadir saja masuk ke portal online lalu kemudian meninggalkan hp/ laptopnya tidak mengikuti perkulihan. Semuanya memiliki kesadaran dan tanggungjawab untuk mengikuti perkuliahan dengan baik.

Jika perkuliahan online mnggunakan aplikasi video, seperti zoom meeting, Vicon, semua berusaha untuk masuk kedalam aplikasi tersebut sesuai yang digunakan. Namun berbagai kendala juga dialami yang secara keseluruhan memang disebabkan koneksi internet, jaringan internet yang tidak baik menjadikan diskusi menggunakan aplikasi video jadi terhambat. Keluar dengan sendirinya dari aplikasi karena jaringan hilang timbul, suara tidak kedengaran dengan jelas, gambar tidak bergerak. Masalah jaringan ini didominasi oleh tempat dan situasi daerah tempat tinggal seperti di pedesaan, pegunungan, berbukit karena mahasiswa berada dirumahnya masing-masing. Jangankan di desa, dikota sajapun selalu terkendala masalah jaringan/ koneksi internet. Jadi tidak ada mahasisa yang dengan sengaja tidak mengikuti perkuliahan menggunakan aplikasi video ini.

Kepusan yang didapat selama melaksanakan perkuliahan online ini sangat beragam, ada yang merasa sangat puas karena diskusi dan tanya jawab dilakukan dalam jaringan tidak berhadapan secara langsung, yang tadinya kadang merasa malu untuk bertanya dan mengemukakan pendapat dengan system online ini menjadi berani dan lebih aktif, sehingga lebih mudah untuk menguasai dan memahami setiap materi yang diajarkan dan didiskusikan selama perkuliahan berlangsung walau ada kalanya terganggu karena koneksi jaringan yang tiba-tiba eror, tapi tidak menjadi masalah besar sebab semua juga mengalami hal yang sama.

Sebahagian lain merasa tidak mendapatkan kepuasan yang maksimal dengan sistem perkuliahan online ini. Dengan anggapan bahwa terlalu susah untuk dimengerti setiap pemaparan penjelasan dari pokok bahasan dan penjelasan dari setiap setiap pertanyaan yang diajukan dalam diskusi. Kembali lagi ini disebabkan masalah jaringan sehingga sulit untuk mendengar suara dengan jelas, putus-putus, bahkan sama sekali tidak kedengaran apa yang di sampaikan. Keadaan tersebut menimbulkan rasa jengkel dan kesal sudah lah Lelah letih dan capek mengikuti perkuliahan tetapi apa yang didapatkan tidak sesuai.

Ada juga yang sama sekali merasa sangat tidak puas belajar dengan system online ini, tidak merasa leluasa dalam menyampaikan sesuatu saat diskusi, selain itu juga penjelasan dari dosen hanya terkait masalah yang timbul saat diskusi berlangsung dalam pertanyaan, tidak seperti belajar di dalam kelas yang setiap penjelasan itu terasa lebih lues dan berkembang, enak didengar dan mudah dimengerti. Terkadang penjelasan-penjelasan yang disampaikan tidak hanya terkait pokok masalah diskusi saja tapi lebih dari itu dalam banyak hal, waktu juga mendukung tanpa adanya rasa keluh kesah gangguan jaringan yang eror.

Pemaparan makalah untuk diskusi di dalam kuliah online kurang menarik, terkesan biasa saja, tidak wah, tidak memiliki tantangan yang memancing keberanian dan kecakapan dalam berinteraksi. Ini karena tidak bertemu dan berhadapan langsung, melainkan hanya dalam jaringan yang tampak wajah saja jika jaringan baik, namun lebih bnyak yang tidak kelihatan sma sekali, layar hanya hitam seperti tidak ada kehidupan walau semuanya aktif mengikuti perbnkuliahan. Tidak seperti kuliah di dalam kelas yang kita bisa melihat satu sama lain tanpa terkecuali, peresentase lebih menantang karena diahapan langsung oleh dosen dan teman-teman. Jadi mau tidak mau harus benar-benar mempersiapkin diri dengan baik agar presentase dan diskusi berjalan lancar.

Dari segi pemahaman hanya sebahagian saja yang memahami secara keseluruhan pelajaran data perkuliahan online, selebihnya tidak sama sekali. Mengenai faktornya sudah banyak disinggung pada paraghraf-paraghraf sebelumnya. Mungkin hanya niat ikhlas dan minat yang tinggi bisa menerima dan menjalani aktifitas belajar online ini. Namun tdak pula yang lain tdak memiliki niat ikhlas, ini hanaya sekedar asumsi saja. Tapi pastilah semuanya memiliki niat ikhlas dan keseriusan, hanya saja setiap orang berbeda-beda cara pandangnya dalam menerima suatu keadaan yang baru.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh bahwasanya tidak semua pelajaran dapat dipahami dan dimengerti dengan baik, tetapi hanya beberapa dari matakuliah yang di ikuti saja. Munkin matakuliah yang tidak ada kaitannya dengan hitungan dan sejenisnya. Seperti pelajaran mate-matika yang identic dan tidak terlepas dari yang Namanya rumus dan hitungan. Yang perkuliahan itu hanaya membaca sendiri setiap materi yang diberikan dosen tanpan maksimalnya penjelasan dan bimbingan, itu tentu sangat sulit utuk dimengerti dan dipahami. Dijelaskan secara langsung saja kadang merasa sulit dan mesti berulang-ulang bertanya, apalagi dalam system online ini, semuanya serba terbatas dalam diskusi karena terkendala masalah jaringan tadi. Jadi, pada saat kuliah online hanya pada mata kuliah tertentu saja yang bisa didapat dengan maksimal.

Mengenai hasil belajar yaitu nilai yang diperoleh setelah perkuliahan slesai dalam satu smeseter, tidak ada perubahan yang lebih baik bahkan ada yang menurun dari yang didapat pada smeter sebelumnya. Mengapa demikian, karena persoalan kendala yang dihadapi pada saat perkuliahan berlangsung membuat tidak makasimalnya menerima pelajaran dan memahaminya. Menjadi wajar jika hasil belajar yang diperoleh itu cendrung biasa saja tidak membawa pengaruh yang baik dalam peningkatannya, tetapoii malah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap menurunnya hasil belajar. Tidak bisa dipungkiri karena memang itu lah yang sedang terjadi.

Menaruh harapan bahwa nilai belajar akan meningkat melalui perkuliahan online ini hanya sebatas angan saja. Keterbatasan dalam segala hal membawa pengaruh terhadap baik buruknya serta maksimal atau tidaknya proses belajar menmgajar berlangsung. Alhasli dengan keadaan sedemikian rupa itu kuliah online membawa pengaruh yang sangat besar bagi semuanya, terutama masalah nilai/ prestasi belajar. Dengan jujur dikatakan pemahaman pelajaran yang didapat tidak maksimal kebanyakan. Tidak juga semuanya mengalami penurunan, penurunannya pun pula drastis. Intinya pembelajaran online ini sangat sedikit membawa dampak pengaruh meningkatkan prestasi belajar.

Jika ditanya mengenai perasaan denagn sistem perkuliahan online apakah hati senang dan Bahagia maka jawabannya tidak sama sekali. Walaupun pembelajaran online ini memiliki kelebihan tersendiri yang memang menguntungkan beberapa pihak atau pribadi lain, yang menjadikan semua aktifitas tersa mudah, gampang, bisa dimana aja dan kapan saja. Tetap saja banyk yang merasa tidak nyaman karennya jika harus belajar dalam bentuk online ini. Bagi yang tidak memiliki penghasilan maka akan terasa sulit dan berat untuk menyediakan kuota internet agar dapat mengikuti kuliah. Dan juga bagi yang tidak memiliki pprangkat computer, laptop, serta Hp yang biasa aja tidak mendukung koneksi dengan baik akan menjadi masalah dan mimik yang menakutkan sebenarnya. Untuk itu pembelajran online ini sama sekali kurang disukai.

Dan jika ditanya perihal apakah Bahagia dan memiliki keinginan supaya pembelajaran online ini tetap dilaksanakan juga mendapat jawaban yang berbeda-beda. Diantaranya sperti di atas, merasa senang tidak perlu repot dan ribet untuk bersiap-siap berangkat kekampus. Banyak waktu luang/ efisien. Bebas menggunakan media alat komunikasi saat kuliah berlangsung. Dan beberapa keuntungan lain yang bisa didapat akbita pembelajaran online.

Kendati demikian, bagi yang memiliki kekurangan atau keterbatasan, baik Dari segi materi dan situasi kondisi serta lingkungan tempat tinggal. Kebanyakan menolak untuk tidak lagi dilangsungkan pembelajaran online. Mereka cendrung menginginkan perkuliahan tatap muka seperti sebelumnya. Walau harus Lelah mengikuti kuliah yang kampus jauh dari rumah tidak menjadi soal, asalkan ada yang didapat stelah perkuliahan slesai. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri. Keluhan dan jenis-jenisnya seringkali terdengar dari setiap mahasiswa yang memang merasa kurang dalam perkuliahan online ini. Smoga wabah corona in I segera berakhir dan pembelajran bisa Kembali lagi seperti semula.

Tidak hanya itu, kerinduan yang terasa sngat terhadap suasa kampus juga mempengaruhi, bertemu dengan teman-teman, bercerita, berdiskusi, membuat tugas dan sebagainya yang terasa hilang selama pembelajaran online ini. Lelah dan letihnya berangkat dan pulang kuliah demi mengikuti perkuliahan untuk mendapat pengetahuan tentang pelajaran yang sudah semestinya. Dan juga realisasi hak dan kewajiban serta tanggungjawab yang mesti dilakukan. Itu semua menjadi satu kerinduan yang tidak dapat dibayangkan. Itu sebab banyak yang berharaop agar perkuliahan online ini segera berakhir dan Kembali seperti semula.

 

 

 

 


 

BAB VI

PENUTUP

 

A.      Kesimpulan

 

Pembelajaran online memiliki kelebihan dan kekurangan yang sangat berarti. Membawa dampak positif dan negatif terhadap tingkah dan prilaku mahasiswa. Pembelajaran online tidak sepenuhnya berjalan lancar dan pemahaman terhdap setiap materi pelajaran tidak maksimal. Pmahaman dan wawasan tidak luas didapat karena hanya dijelaskan melalui online mengikut serta pasrah terhadap jaringan. Juga sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar, membawa dampak positif meningkatkan prestasi belajar itu sangat kecil dibandingkan dengan pengaruh negatif yang menjadikan prestasi belajar menurun. Pembelajaran online ini sebaikanya tidak lagi dilakukan.

 

B.       Saran

Dengan melihat jelas keadaan yang dialami setiap mahasiswa, sebaikanya fasilitas-fasilitas yang mendukung terselenggaranya perkuliahan online ini juga dipenuhi dan diberikan kepada mahasiswa. Terutama keadaan server yang sehat dan memadai dapat menampung semua aktfitas pembelajaran online sehingga tidak terjadi eror dan sebagainya. Pergkiliahan online ini sebaiknya                                                                                                                                                                                                                                                                                      tidak dilanjutkan pada smester berikutnya tetapi dilaksanakn tatap muka saja. Agar tidak ada yang merasa dirugikan akibat yang ditimbulkan pembelajaran online.

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Aktualisasi Metodologis Ke ArahRagam Varian Kontemporer), Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003.

Darmansyah, Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor, Jakarta:  BumiAksara, 2010.

Imam Suprayogo dan Tobroni, Metode Penelitian Sosial Dan Agama, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001.

Khusaini Usman dan Purnama Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: Bumi Aksara, 1996

Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2011.

Nana Syaodih Sukadinata, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007.

Nursalam Ferry Efendy, Pendidikan Dalam Keperawatan, Salemba Medika.

Oemar Hamalik, Psikologi Belajar Dan Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009.

S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers, 2011.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualtatif Dan R & G, Bandung: Alfabeta, 2007.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuanttatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta, 2008.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & G, Cet. Ke-11, Bandung: Alfabeta, 2010.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1992.

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

Zainal Arifin, Evaluasi Instruksional: Prinsip-Teknik-Prosedur, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.

https://ainamulyana.blogspot.com/2016/01/prestasi-belajar-siswa-pengertian-dan.html.

https://www.kompasiana.com/elfa.dianymufida/54f864cca33311ef7d8b489f/belajar-tujuan-belajar-dan-faktorfaktor-yang-mempengaruhi-belajar.

https://www.haidunia.com/pengertian-pembelajaran-online-menurut-ahli/

http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/TPEN4401-M1.pdf

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/

https://www.studilmu.com/blogs/details/keuntungan-kekurangan-dari-belajar-online

http://www.wantiknas.go.id/id/berita/empat-kelebihan-dan-kekurangan-dalam-menerapkan-e-learning

 

 

 

 

 


 

LAMPIRAN

 

1.    Biodata Peneliti

 

1

Nama Lengkap (dengan gelar)

Isnan Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd

2

Jenis Kelamin

Perempuan

3

Jabatan Fungsional

Asisten Ahli

4

NIP

-

5

NIDN

0129058902

6

Tempat dan Tanggal Lahir

Medan, 29 Mei 1989

7

E-mail

isnan.nisa.nasution@gmail.com

8

Nomor HP

082230552000

9

Alamat Kantor

Jl Garu II No. 93 Medan

10

Nomor Telepon/ Fax

(061)7867044 /(061)7862747

11

Lulusan yang Telah Dihasilkan

S-1=   orang; S-2= Orang;  S-3= – Orang

12

Mata Kuliah yang Diampu

1.       Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

2.       Akuntansi Biaya

3.       Kurikulum dan Pembelajaran

4.       Pemeriksaan Akuntansi

5.       Akuntansi Pajak

6.      Pengantar Ilmu Sosial

 

B. Riwayat Pendidikan

 

S-1

S-2

S-3

Nama Perguruan

Universitas Negeri Jakarta

Universitas Negeri Malang

 

Tinggi

 

Bidang Ilmu

Pendidikan Ekonomi

Pendidikan Ekonomi

 

Tahun Masuk-

 

2007 – 2011

 

2013 – 2015

 

Lulus

 

Judul

Hubungan Antara Varians Anggaran Dengan Kinerja Keuangan Pada Koperasi Pegawai Di DKI Jakarta

Pengembangan Pembelajaran  Ekonomi Berwawasan Keindonesiaan Di MAN 3 Kota Malang.

 

Skripsi/Thesis /

 

Disertasi

 

 

 

 

C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir

 

No.

 

Tahun

 

Judul Penelitian

Pendanaan

Sumber

Jml (Juta Rp)

1.

2016

Pengembangan Metode Pembelajaran Menggunakan Konsep ESQ Dalam Mengingkatkan Karakter Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Semester V Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Tahun 2016/2017

Dana Internal UMN AW

Rp 3.000.000

2

2017

PENGARUH KEMAMPUAN DASAR MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI

Dana Internal UMN AW

Rp 3.000.000

3

2018

PENGARUH KEMAMPUAN DASAR MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI

Dana Internal UMN AW

Rp 3.000.000

 

 

D.    Pengalaman Pengabdian dalam 5 Tahun Terakhir

 

No.

 

Tahun

 

Judul Pengabdian kepada Masyarakat

Pendanaan

Sumber

Jml (Juta Rp)

1

2016

Pemberdayaan Karang Taruna Dalam Upaya Peningkatan Potensi Wisata Mangrove

Dana Internal UMN AW

Rp 2.500.000

2

2016

Sosialisasi Media Pembelajaran Dengan Metode CTL di SMK Negeri

Dana Internal UMN AW

Rp 2.500.000

 

 

 

3

2021

IMPLEMENTASI MODEL CIPP DALAM MENGEVALUASI PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID 19 DI SMP SWASTA PEMBANGUNAN KABUPATEN DELI SERDANG

Dana Internal UMN AW

Rp 2.500.000

 

 

 

 

 

 

 

E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir

 

No.

 

Judul Artikel

 

Nama Jurnal

Volume/Nomor/

Tahun

1

Pengembangan Pembelajaran  Ekonomi Berwawasan Keindonesiaan Di MAN 3 Kota Malang.

Jurnal Penelitian Pendidikan dan Sosial Humaniora

ISSN: 2502-9622

Vol. 2/ No. 2/ November 2017

2

Hubungan Antara Varians Anggaran Dengan Kinerja Keuangan Pada Koperasi Pegawai Di DKI Jakarta

 

Vol. 19/ No. 1/ Desember 2018

Kultura

 

 

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir

 

 

No.

Nama Pertemuan

 

Judul Artikel Ilmiah

 

Waktu dan Tempat

Ilmiah /Seminar

1

Narasumber Seminar

"Tips Sukses Setelah Tamat SMP"

 

 

2

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

               

                                                                        Medan,      Mei 2021

 

 

                                                                        Isnan Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd.


 

Identitas Diri Peneliti

Nama

Dalmi Iskandar Sultani, M.Pd.I

Jenis Kelamin

Laki-laki

Jabatan Fungsional

Asisten Ahli

NIP

-

NIDN

0107078704

Tempat/ Tanggal Lahir

Bangun Jati 07 Juli 1987

E-mail

iskandar.dalmi@yahoo.com

No. Telp/ HP

0813 6630 3640

Alamat Kantor

Jln. Garu 2 No. 2 & 93 Medan

No. Telp/ Fax

061-7867044

Lulusan yang telah dihasilkan

-

Mata Kuliah yang diampu

  1. Pendidikan Agama Islam
  2. Islamologi/ Pend. Akhlak
  3. Ilmu Fiqih
  4. Ilmu Tauhid

Riwayat Pendidikan

Nama Perguruan Tinggi

Universitas Muhammadiah Sumatera Utara (UMSU)

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU)

Bidang Ilmu

Pend. Agama Islam

Konsentrasi Pend. Agama Islam

Tahun Masuk – Lulus

2008 – 2012

2013 – 2015

Judul

Skripsi/ Tesis/ Disertasi

Hubungan  Persepsi Siswa Terhadap  Pengajaran  GuruDengan Motivasi  Belajar Siswa  Pada  PelajaranPendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah  57Medan

Manajemen Bimbingan Konseling di SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang

Nama

Pembimbing/ Promotor

Drs. Zulkarnain Lubis, MA

Drs. Lisanuddin

Prof. Dr. Syaiful Akhyar Lubis, MA,

Prof. Dr. Lahmuddin Lubis, M.Ed

Pengalaman Penelitian 5 Tahun Terakhir

Tahun

Penelitian

Pendanaan

Sumber

Jumlah

2017

Studi Tentang Persepsi Guru Dalam Pembuatan Handout Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Batang Kuis

Internal

Rp. 3.500.000

Pengalaman Pengabdian Masyarakat 5 Tahun Terakhir

Tahun

Pengabdian

Pendanaan

Sumber

jumlah

2017

Pelatihan Berwudhu Menurut Sunnah Rasulullah saw di Kelas VII SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang

Mandiri

Rp. 1.574.000

2017

Memotivasi Siswa SMA Negeri 1 Pantai Cermin Untuk Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

Iternal

Rp. 5.000.000

Publikasi Artikel Ilmiah 5 Tahun Terakhir

No.

Judul Artikel Ilmiah

Nama Jurnal

Volume/ Nomor/ Tahun

 

1

Perspektif  Islam Tentang Interaksi Sosial (Adab)

 PERSPEKTIF

Vol.1, No.1 Tahun 2017

2

Manajemen Bimingan Konseling di SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang

 JP2SH UMN AW

Vol.2, No.2 Tahun 2017

Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir

No

Nama Temu ilmiah/ Seminar

Judul Artikel Ilmiah

Waktu danTempat

1

 

 

 

2

 

 

 

Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir

 

No

Judul Buku

Tahun

Jumlah Halaman

Penerbit

1

 

 

 

 

Perolehan HKI dalam 10 Tahun Terakhir

 

No.

Judul/TemaHKI

Tahun

Jenis

NomorP/ID

1

 

 

 

 

Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/ Rekayasa Sosial Lainnya dalam 10Tahun Terakhir

 

No.

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya yang Telah Diterapkan

Tahun

TempatPenerapan

RespoMasyarakat

1

 

 

 

 

Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No.

JenisPenghargaan

Institusi PemberiPenghargaan

Tahun

1

 

 

 

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Penugasan Penelitian dan Pengabdian

Medan,  

Peneliti,      Juli 2020

 

Dalmi Iskandar Sultani, M.Pd.I

NIDN: 0107078704

 

 

 

2.      Susunan Organisasi

No

Nama Peneliti dan

 

NIDN

Satatus

Jam Dalam

 

Minggu

TugasPeneliti

1

Isnan Nisa Nasution, M.Pd. NIDN:0129058902

 

Ketua

 

Penelitian

4 Jam Penelitian

Penanggung Jawab Penelitian

Penyusun Instrumen Penelitian

Validator Penellitian

2

Dalmi Iskandar Sultani, M.Pd.I

Anggota Penelitian

4 Jam Penelitian

Pelaksana

 

Pengambilan data

Analisator Hasil Penelitian

PencatatKegiatan Penelitian

3.      Laporan Penggunaan Dana Penelitian

1.Honor

 

 

Honor

 

 

Honor/Jam(Rp)(X)

 

 

WaktuJM/Minggu(Y)

 

 

Minggu (Z)

 

Jumlah

(4Bulan)X*Y*Z

Peneliti

Rp18.000

4

12

Rp864.000

 

Anggota1

 

 

 

 

SubTotal

Rp864 .000

2. BahanHabis pakai

 

Material

 

JustifikasiPemakaian

 

Kuantitas

Harga

Satuan

 

Jumlah

 

PembelianKertas

Untuk      pengetikan proposal    penelitian

danhasilpenelitian

 

1rim

 

Rp70.000

 

Rp70.000

 

ATK

Kegiatan        Selama

Penelitian

 

2Paket

 

Rp23.000

 

Rp46.000

 

AnalisisData

 

Analisator Data

 

1Orang

 

Rp150.000

 

Rp150.000

Penjilidan   dan   Cetak

Laporan

 

Laporan

 

4eks

 

Rp80.000

 

Rp320.000

Pulsa dan Internet

Penunjangefesiensi

1paket

Rp50.000

Rp50.000

SubTotal

Rp636.000

4. Publikasi

 

Kegiatan

 

Justifikasi

 

Kuantitas

Harga

Satuan

 

Jumlah

Publikasi Jurnal

Laporan/Seminasi

Penelitian

 

1paket

 

Rp500.000

 

Rp500.000

SubTotal

Rp500.000

 

TotalAnggaranYangDiperlukan

 

Rp2.000.000

 


 



[1] Thursam Hakim, Belajar Secara Efektif (Jakarta: Puspa Swara, 2000), hlm. 10.

[3] Oemar Hamalik, Psikologi Belajar Dan Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2009), hlm.78.

[4] Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2008, hlm. 5

[5] Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers, 2011, hlm. 46

[7] Zainal Arifin, Evaluasi Instruksional: Prinsip-Teknik-Prosedur, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011, hlm. 12-13

[8] Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2011, hlm. 39- 40

[9]Darmansyah, Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor (Jakarta:  BumiAksara, 2010), hlm. 17.

[10] https://www.haidunia.com/pengertian-pembelajaran-online-menurut-ahli/

[11] https://www.haidunia.com/pengertian-pembelajaran-online-menurut-ahli/

[12] http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/TPEN4401-M1.pdf

[13] https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/

[14] https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/

[15] Nursalam Ferry Efendy, Pendidikan Dalam Keperawatan (Salemba Medika) hlm 139.

[16] Ibid, hlm 140

[17] http://www.wantiknas.go.id/id/berita/empat-kelebihan-dan-kekurangan-dalam-menerapkan-e-learning

[18]https://www.studilmu.com/blogs/details/keuntungan-kekurangan-dari-belajar-online

[19] http://www.wantiknas.go.id/id/berita/empat-kelebihan-dan-kekurangan-dalam-menerapkan-e-learning

[20] https://www.studilmu.com/blogs/details/keuntungan-kekurangan-dari-belajar-online

[21] Nana Syaodih Sukadinata, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007), hlm. 18

[22]Nana Syaodih, Metodologi Penelitian, hlm. 220.

[23] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan(Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hlm. 158.

[24] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & G, Cet. Ke-11 (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 231.

[25] Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Aktualisasi Metodologis Ke ArahRagam Varian Kontemporer) (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hlm. 108.

 

[26] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: RinekaCipta, 1992), hlm. 102.

[27]Khusaini Usman dan Purnama Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm.96.

[28] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualtatif Dan R & G (Bandung: Alfabeta, 2007), hlm. 117.

[29]Imam Suprayogo  dan  Tobroni,  Metode  Penelitian  Sosial  Dan  Agama  (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001), hlm. 192.

[30]Imam Suprayogo dan Tobroni, Metode Penelitian Sosial Dan Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001), hlm. 192.

[31] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuanttatif, Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 335.