Kode/ Rumpun Ilmu: 723/ Pendidikan Ekonomi
LAPORAN AKHIR PENELITIAN
MANDIRI

Judul:
PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA SEMESTER
IV PENDIDIKAN EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA AL WASHLIYAH
Tim Pengusul:
Isnan Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd.
NIDN: 0129058902
Dalmi Iskandar
Sultani, M.Pd.I.
NIDN.0107078704
UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN)
AL-WASHLIYAH MEDAN
2021
RINGKASAN
Pembelajaran merupakan
usaha yang dilakukan penyelenggara pendidikan untuk membentuk kemajuan bangsa
melalui pembinaan dan pembimbingan mahasiswa menjadi cerdas, berkarakter, dan mampu berkompetisi dengan negara lain.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan motivasi dan persiapan proses
pembelajaran dengan menarik. Agar belajar sebagai
suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya benar-benar dapat terwujud.
Namun demikian, dalam
proses pembelajaran terdapat kendala dan hambatan yang menjadikan proses
belajar tidak lancar. Ditemui masalah seperti kesulitan dalam memahami apa yang
dipelajari sehingga menimbulkan rasa bosan, kejenuhan, keributan dan kemalasan
dalam belajar. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya motivasi belajar,
kurangnya motivasi dapat memperburuk keadaan belajar dan akan berdampak pada
menurunnya prestasi belajar.
Selain itu, rutinitas menyampaikan materi pembelajaran dengan cara online dapat menyebabkan
kebosanan dan kejenuhan. Lebih jauh dari itu, membaca online, diskusi online, sangat menyita waktu dan perhatian
ditengah situasi yang tidak baik seperti gangguan jaringan, eror, dan lainnya. Situasi
belajar online ini dimulai sejak mewabahnya virus corona yang berakibat
dibatasi/dilarangnya bertemu dan bertatap muka dengan manusia lainnya. Mau
tidak mau suka atau tidak suka proses pembelajaran harus tetap dilaksanakan
sebagaimana mestinya.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana pengaruh
pembelajaran online bagi mahasiswa. Secara khusus penelitian
ini mengambil sasarannya adalah mahasiswa yang terlibat
langsung dalam pembelajaran online. Peneliti beralasan pastilah ada pengaruh yang ditimbulkan akibat belajarr online terhadap
hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan
jenis penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mendapatkan bagaimana hasil
belajar mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran online.
PRAKATA
Assalamu’alaikum, wr, wb…
Alhamdulillahi
rabbil ‘alamin, Puji syukur kehadirat Allah swt.,
atas nikmat yang diberikan serta taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Selanjutnya, Shalawat salam kepada Nabi Muhammad saw., selaku ushwatun hasanah
di dunia wal akhirat, yang telah membawa umatnya dari alam kegelapan menuju
alam terang benderang dan ber-Ilmu pengetahuan pada saat sekarang ini. Yang
telah menyebarkan dan memperjuangkan Agama Islam dari hanya beliau seorang yang
mengetahuinya hingga seluruh dunia mengakuinya dan perlu kita yakini pula tidak
ada satu orangpun yang mampu menggugat keberadaannya.
Berkat do’a dan kesungguhan hati
serta kerja keras maka kegiatan penelitian ini selesai di laksanakan tentang “Pengaruh Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Smester Iv
Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.”
Dapat dilakukan
Amiinyarabbal
‘alamiin…
Medan, Mei 2021
Isnan Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan............................................................................................ i
Ringkasan.............................................................................................................. ii
Prakata .................................................................................................................. iii
Daftar Isi .............................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.
Latar Belakang Masalah............................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah .................................................................................... 2
C.
Tujuan Penelitian ..................................................................................... 2
D.
Urgensi Penelitian .................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................ 4
A.
Prestasi Belajar.......................................................................................... 4
B.
Pembelajaran Inline................................................................................... 7
C.
Road MAP Penelitian................................................................................ 12
BAB III TUJUAN DAN MANFAATN PENELITIAN ................................... 13
BAB IV METODE PENELITIAN.................................................................... 14
A.
Rancangan Penelitian................................................................................ 8
B.
Tempat Penelitian...................................................................................... 9
C.
Sumber Data ............................................................................................. 9
D.
Sampel Penelitian...................................................................................... 9
E.
Teknik Analisis Data................................................................................. 9
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................. 17
BAB VIPENUTUP............................................................................................. 22
A.
Kesimpulan................................................................................................ 22
B.
Saran.......................................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 23
LAMPIRAN:
1.
Biodata Peneliti
2.
Laporan Penggunaan Dana Penelitian
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Penelitian direncanakan berorientasi pada pembelajaran online. penelitian ini untuk
mengetahui bagaimana pembelajaran online dilaksanakan
serta pengaruhnya terhadap pemahaman dan hasil belajar mahasiswa.
Belajar merupakan aktifitas ilmiah yang dilakukan di dalam dan luar kelas. Tursam Hakim,
mengartikan belajar sebagai suatu proses perubahan dalam kpribadian manusia,
perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas
tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan,
sikap, kebiasaan, pemahaman,
ketrampilan, dayapikir dan lain-lain.[1] Untuk itu, perlulah menerapkan
pembelajaran yang baik dalam
proses pembelajaran.
Proses pembelajaran itu baiknya dilakukan di dalam
kelas dengan saling bertatap muka, menyampaikan pelajaran, menjelaskan,
bertanya, diskusi, dilakukan secara langsung, lues. Sehingga pelajaran atau materi
ajar dapat diterima dengan baik, dengan penjelasan-penjelasan yang luas dan
berkembang.
Pembelajaran
yang berlangsung di kelas merupakan proses interaksi antara dosen, mahasiswa,
kurikulum, sarana pembelajaran termasuk media pembelajaran, dan komponen lain
yang berpengaruh pada pada proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang diharapkan. Dalam mencapai tujuan pembelajaran yang salah
satu komponen pembelajaran yang penting adalah metodologi pembelajaran.
Nana
Sudjana & Ahmad Rivai (2002: 1) menyatakan bahwa metodologi pembelajaran
adalah suatu teknik yang digunakan dalam interaksinya dengan mahasiswa agar
bahan pembelajaran sampai, sehingga mahasiswa menguasai tujuan pembelajaran.
Salah satu unsur penting dalam metode pembelajaran adalah penggunaan media
pembelajaran yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Penggunaan
media pembelajaran yang tepat dapat lebih menarik perhatian siswa, dan dapat
menumbuhkan motivasi belajar, sehingga bahan belajar yang diterima akan lebih
jelas dan bermakna, yang akhirnya diharapkan dapat mempertinggi prestasi
prestasi belajar yang dicapai.
Berkaitan
dengan hal di atas, segala bentuk media terasa sulit untuk digunakan dalam
situasi belajar online, dimana belajar online dilakukan dengan menggunakan
media seperti HP, Laptop, yang membutuhkan koneksi jaringan internet yang baik.
Pembelajaran berlangsung dalam jaringan, membaca, menjelaskan, bertanya,
diskusi, terkait pokok bahasan yang disajikan.
Pembelajaran
online ini diberlakukan sejak mewabahnya virus corona di Indonesia yang memaksa
pemerintah mengeluarkan peraturan untuk antisipasi dan menjaga diri dari bahaya
penyebaran virus tersebut. Salah satunya adalah melakukan PSBB, membatasi
sosial dalam sekala besar, maka termasukalah proses belajar mengajar
dilingkungan sekolah dan kampus. Alhasil perkuliahan pun dilaksanakan secara
daring demi berlangsungnya prose belajar mengajar. Dengan diberlakukannya
peraturan tersebuat membawa dampak perubahan yang massif bagi mahasiswa, yang tadinya
belajar dikelas ecara tatap muka, naka dilaksnakan secara online.
Dengan
demikian sudah pastilah memiliki dampak dan pengaruh terhadap mahasiswa, baik
dari segi belajar, pemahaman, dan hasil belajarnya. Dengan melihat hal demikian
maka mendorong penelitui melakukan penelitian guna mengetahui bagaimana
pemahaman dan hasil belajar mahasiswa dengan tema “Pengaruh Pembelajaran
Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Smester Iv Pendidikan Ekonomi
Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.”
B. RUMUSAN MASALAH
Perumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu;
1. Bagaimana pengaruh pembelajaran online
terhadap pemahaman dan hasil belajar mahasiswa?
C.
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui;
1. Untuk mengetahui pembelajaran online terhadap hasil belajar mahasiswa semester IV Pendidikan
Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah.”
D.
URGENSI PENELITIAN
Pembelajaran yang dilakukan di lembaga pendidikan haruslah menjunjung
tinggi nilai-nilai dan semangat. Upaya membentuk iklim pembelajaran yang aman
merupakan suatu keharusan yang diupayakan. Dengan pengertian, pembelajaran yang
kondusif di dalamnya akan menjadikan semangat serta memudahkan untuk menyerap
setiap pelajaran yang diberikan.
Penelitian yang dilakukan akan mengetahui tentang bagaiamana Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar
Mahasiswa Semester IV Pendidikan Ekonomi Universitas Muslim Nusantara Al
Washliyah.”. Sistem pembelajaran online yang sudah berlangsung apakah
membawa dampak yang positif terhadap hasil belajar atau malah sebaliknya.
Disatu sisi perkuliahan daring ini memang memudahkan dalam artian bisa
dimana saja dilakukan yang tidak menuntut pada satu tempat sja seperti
perkuliahan tatap muka yang mesti berangkat ke kampus dan belajar. Perkuliahan
daring ini dimana sja kita berada jika sudah saatnya masuk kuliah kita bisa
tetap mengikuti perkuliahan dengan menggunakan laptop, hp, yang di dalamnya
terdapat aplikasi yang sesuai dipakai untuk melaksanakan perkuliahan.
Yang jadi pertanyaannya pastilah ada pengaruh yang ditimbulkan dalam
perkuliahan daring ini, baik itu membawa pengaruh positif atau negative dari
sudut keseriusan mengikuti perkuliahan, dan dari segi nilai yang didapat apakah
meningkat atau malah menurun, mengenai pemahaman terhadap bahan ajar diskusi,
apakah dapat dengan mudah memahami materi atau malah sebaliknya menjadi sulit.
Hal tersebut bisa saja terjadi karena kondisi dan situasi masing-masing apakah
koneksi internetnya baik atau tidak.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
PRESTASI BELAJAR
1.
Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata,
yakni prestasi dan belajar. Untuk memahami lebih jauh tentang pengertian
prestasi belajar, disni peneliti menjabarkan beberapa pengertian dari para ahli
tentang kedua kata tersebut dengan tujuan untuk menjawab apa sebenarnya maksud
dari prestasi belajar sehingga bisa dimengerti dan di pahami.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengertian prestasi adalah
hasil yang telah dicapai (dari yang telah diakukan, dikerjakan, dan sebagainya).
Sedangkan menurut Saiful Bahri Djamarah dalam bukunya Prestasi Belajar dan
Kompetensi Guru, bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil
pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan
kerja. Dalam buku yang sama Nasrun harahap, berpendapat bahwa prestasi adalah
penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan siswa berkenaan dengan
penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa.
Melihat pengertian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
prestasi belajar adalah suatu hasil yang diperoleh setiap orang yang belajar
dengan sungguh-sungguh, dengan usaha yang maksimal tanpa kenal lelah hingga
memperoleh prestasi dalam belajar sesuai denga napa yang di usahakannya.
Prestasi adalah hasil yang telah
dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan
bahwa Prestasi Belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu:
kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan.
Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa
hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif
dan psikomotorik. Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang
dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat
tersebut, Prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah
dicapai siswa dalam proses pembelajaran. Belajar adalah aktifitas mental atau (Psikhis) yang terjadi
karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang
menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relativ tetap dalam aspek-aspek:
kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang
sama sekali baru atau penyempurnaan/penigkatan dari
hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.[2]
Tidak jauh berbeda dengan pengertian sebelumnya bahwa prestasi
belajar disini lebih mengarah kepada beberapa aspek, kognitif, afektif,
psikomotorik. Ini menunjukan bahwa yang dikatakan prestasi belajar adalah jika
seseorang memperoleh semua aspek dengan usaha yang sungguh-sungguh dilakukan
dan menjadikan seseorang itu mengalami perubahan-perubahan yang berfsgifat
relaif trus meningkat dengan menemukan hal-hal baru atau penyempurnaan
pemahaman pengetahuan yang sudah dimiliki menjadi lebih matang.
Terkait dengan prestasi belajar ini ada beberapa pemaknaan yang
termasuk ke dalam macam prestasi belajar sperti tertera di atas diantaranya aspek
kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Menurut Bloom dkk yang dikutip
oleh Oemar Hamalik, mengkategorikan prestasi belajar kedalam tiga ranah, yaitu:[3]
1.
Ranah kognitif,
meliputi kemampuan pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan
evaluasi.
2.
Ranah afektif,
meliputi prilaku penerimaan, sambutan, penilaian, organisasi dan karakterisasi.
3.
Ranah
psikomotorik meliputi kemampuan motorik berupa persepsi, kesiapan, gerakan
terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan dan
kreativitas.
Menurut Sardiman Am Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan
hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun
dari luar diri individu dalam belajar.[4] Dengan demikian prestasi
belajar dapat ditentukan oleh beberapa faktor dalam kegiatan proses
pembelajaran di sekolah antara lain: Siswa sendiri, Guru dan personal lainnya, Bahan
pengajaran, Metode mengajar dan sistem evaluasi, Sarana penunjang, Sistem
administrasi.[5]
2.
Tujuan Belajar
Darsono secara umum mendefinisikan pengertian belajar merupakan
suatu kegiatan yang mengakibatkan terjadinya perubahantingkah laku,
makapengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh
gurusedemikian rupa, sehingga tingkah laku peserta didikberubah ke arah yang
lebih baik.
Dengan demikian dapat dilihat beberapa tujuan belajar adalah
sebagai berikut: (Sadirman, 2008:28)
1.
Untuk
mendapatkan pengetahuan
Hal ini ditandai dengan kemampuan berfikir. Pemilikan pengetahuan
dan kemampuan berfikir sebagai yang tidak bisa dipisahkan. Dengan kata lain
tidak dapat mengembangkan kemampuan berfikir tanpa bahan pengetahuan,
sebaliknya kemampuan berfikir akan memperkaya pengetahuan. Tujuan ialah yang memiliki kecenderungan
lebih besar perkembanganya di dalam kegiatan belajar. Dalam hal ini peran guru sebagai pengajar
lebih menonjol.
2.
Penanaman
konsep dan keterampilan
Penanaman konsep atau merumuskan konsep, juga memerlukan suatu
keterampilan. Keterampilan itu memang dapat di didik, yaitu dengan banyak
melatih kemampuan.
3.
Pembentukan
sikap
Dalam menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak didik,
guru harus lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatanya. Untuk ini dibutuhkan
kecakapan mengarahkan motivasi dan berfikir dengan tidak lupa menggunakan
pribadi guru itu sendiri sebagai contoh.[6]
Terkait dengan tujuan belajar menurut Arifin, prestasi belajar
mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:[7]
1. Sebagai indikator kualitas
dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.
2. Sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu.
3. Sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.
4. Sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi
pendidikan.
5. Dapat dijadikan sebagai indikator terhadap daya serap anak didik.
Berkaitan
dengan prestasi belajar terdapat factor yang mempengaruhinya, Muhibbin Syah
membagi faktor-faktor yang mempengaruhi belajar menjadi 3 macam, yaitu: 1)
faktor internal, yang meliputi keadaan jasmani dan rohani siswa, 2) faktor
eksternal yang merupakan kondisi lingkungan di sekitar siswa, dan 3) faktor
pendekatan belajar yang merupakan jenis upaya belajar siswa yang meliputi
strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari materimateri
pelajaran.
Prestasi
belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pengajaran. Yang dimaksud dengan
kualitas pengajaran ialah tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar
mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran.[8] Untuk meningkatkan
kualitas pengajaran dibutuhkan pula strategi, agar apa yang disampaikan
berjalan lancer dan peserta dapat memahami pelajaran dengan baik.
Ada beberapa definisi strategi pembelajaran sebagaiman yang telah
dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantarannya dalah yang dikemukakan oleh
Darmansyah, strategi pembelajaran merupakan pengorganisasian isi pelajaran,
penyampaian pelajaran dan pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
berbagai sumber belajar yang digunakan oleh guru guna menunjang terciptanya
proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Hal itu berarti bahwa strategi
pembelajaran menggunakan berbagai sumber belajar yang digunakan oleh guru
seperti menggunakan alat peraga, buku teks, dan kartu indeks dalam melaksanakan
proses belajar mengajar di kelas sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara
efektif dan efisien.[9]
Dari pengertian strategi pembelajaran tersebut di atas, dapat
disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu proses/cara pelaksanaan
pemebelajaran dalam membantu kegiatan belajar siswa, yang dimuali dari
mengorganisasikan, mengatur dan merencanakan bahan ajar, agar terlaksana proses
pembelajaran yang lebih baik dan tentunya lebih efektif dan efisien untuk
mencapai setiap tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan dan ditargetkan.
B. PEMBELAJARAN
ONLINE
1.
Pengertian Pembelajaran Online
Pembelajaran online awal mulanya dikenal karena adanya pengaruh
pembelajaran berbasis elektronik (e-learning) yang pertama kali diperkenalkan
oleh Univeritas Illionis, yang mana menggunakan sistem pembelajaran berbasis
komputer. Online learning merupakan sistem yang menyediakan fasilitas untuk belajar
kapan pun dan dimana pun selama masih dapat mengakses sistem tersebut. Tanpa
terbatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Adapun materinya telah disediakan di
dalam sistem tersebut. Materi dapat disediakan dalam bentuk verbal, visual,
audio dan gerak.[10]
Menurut Bonk
Curtis J. (2002), Beliau secara tersirat menyampaikannya dalam survei nline
Training in an Online World, bahwa konsep pembelajaran online sama
artinya dengan e-learning. sementara menurut The Report of
the Commission on Technology and Adult Learning (2001) dalam Bonk
Curtis J. (2002, hlm. 29), defines e-learning as “instructional
content or learning experiences delivered or enabled by electronic technology”.
Sehingga menurut pengertian yang beliau kemukakan, bahwasanya siswa dan guru
memerlukan komunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi. Ibarat kata, komputer dengan internetnya, telepon dengan mesin
fax-nya.[11]
Oleh karena
itu, Online learning memerlukan siswa dan pengajar berkomunikasi secara
interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti
media komputer dengan internet-nya, telepon atau fax, Pemanfaatan media ini
bergantung pada struktur materi pembelajaran dan tipetipe komunikasi yang
diperlukan. Transkrip percakapan, contoh-contoh informasi, dan dokumen-dokumen
tertulis yang menghubungkan pada online learning atau pembelajaran melalui Web
yang menunjukkan contoh-contoh penuh teks adalah cara-cara tipikal bahwa
pentingnya materi pembelajaran didokumentasi secara online. Komunikasi yang
lebih banyak visual meliputi gambaran papan tulis, kadang-kadang digabungkan
dengan sesi percakapan, dan konferensi video, yang memperbolehkan siswa yang
suka menggunakan media yang berbeda untuk bekerja dengan pesanpesan yang tidak
dicetak.[12]
Pembelajaran daring akan berjalan dengan baik apabila akses internet bisa
menjangkau ke seluruh daerah, sehingga pendidikan secara online betul-betul
dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat. Pemerintah melalui
Kemenristekdikti akan terus mendorong untuk diselenggarakannya perkuliahn online di
berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, sebagai langkah awal menyambut
revolusi industri 4.0.
2.
Manfaat Pembelajaran Online
Adapun
menjadi manfaat pembelajaran online anra lain sebagai berikut:[13]
a. Efisiensi Biaya.
E-learning
tersebut memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggarannya, efisiensi
penyediaan sarana serta juga fasilitas fisik untuk dapat belajar serta juga
efisiensi biaya bagi pembelajar ialah biaya transportasi serta akomodasi.
b. Fleksibel.
E-learning
tersebut memberi fleksibilitas didalam memilih waktu serta juga tempat untuk
dapat mengakses perjalanan.
c. Belajar Mandiri.
E-learning
tersebut memberi kesempatan bagi pembelajar dengan secara mandiri memegang
seluruh kendali atas keberhasilan dalam proses belajar.
Manfaat E-learning dengan menurut
Pranoto, dkk (2009:309) antara lain sebagai berikut:
a. Meningkatkan suatu partisipasi aktif dari
mahasiswa.
b. Meningkatkan suatu kemampuan belajar
mandiri mahasiswa.
c. Meningkatkan suatu kualitas materi
pendidik serta juga pelatihan.
d. Meningkatkan suatu kemampuan untuk dapat
menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, yang mana dengan
perangkat biasa akan sulit dilakukan.[14]
3.
Kelebihan dan Kekurangan Belajar Online (E-Learning)
Dalam bentuk beragam pembelajaran
e-learning menawarkan sejumlah kelebiah baik kepada pengajar maupun pelajar,
berikut adalah kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis website
(e-learning).
a. Kelebihan e-learning
1. Pengalaman pribadi dalam belajar, pilihan
untuk mandiri dalam belajar menjadikan siswa untuk berusaha melangkah maju,
memilih sendiri peralatan yang digunakan untuk penyampaian belajar mengajar,
dan mengumpulkan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan.
2. Mengurangi biaya, lembaga penyelenggara
e-learning dapat mengurangi bahkan menghilangkan biaya perjalanan untuk
pelatihan, menghilangkan pembangunan untuk sebuah kelas, dan mengurangi waktu
yang dihabiskan oleh pelajar untuk pergi sekolah.
3. Mudah dijapai, pemakai dapat dengan mudah
memakai e-learning dimanapun juga selama mereka terhubung dengan internet,
e-learning dapat dicapai para pemakai dan pelajar tampa dibatsi oleh jarak,
tempat, dan wakktu.
4. Kemampuan bertanggung jawab, kenaikan
tingkat, pengujian, penilaian, dan pengesahan dapat diikuti secara otomatis
sehingga semua peserta (pelajar, pengembang dan pemilik) dapat bertanggung
jawab terhadap kewajibanya masing-masing didalam proses belajar mengajar.
5. Dapat terhubung dengan jaringan dari
berbagai sumber dengan beragam format.
6. Potensial untuk akses yang luas, misalnya
paruh waktu atau siswa/mahasiswa yang sedang bekerja.
7. Dapat memacu siswa/mahasiswa untuk
belajar mandiri dan aktif.
8. Dapat memfasilitasi tambahan materi yang
bermanfaat untuk program konfensional.[15]
Jika segala sesuatu itu memiliki
kelebihan maka bgitu juga sebaliknya akan ditemui pula kekurangan, diantara
kekurangan pembelajaran online adalah: [16]
1. Kurang interkaksi antara pelajar dan
pengajar atau bahkan antara palajar itu sendiri, kurangnya interaksi itu
sendiri dapat memperlambat terbantuknya value dalam proses belajar mengajar. Beberapa
metode pembelajaran e-learning bersifat satu arah. Hal
tersebut menyebabkan interaksi pengajar dan siswa menjadi berkurang sehingga
akan sulit bagi Anda untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai materi
yang sukar dipahami.[17]
2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik
atau aspeksosial atau sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3. Proses belajar mengajar cenderung kearah
pelatihan dari pada Pendidikan. Materi yang diajarkan dalam e-learning direspon
berdasarkan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan si
pengguna. Beberapa orang mungkin dapat menangkap materi dengan lebih cepat
hanya dengan membaca, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama
sampai benar-benar paham. Bahkan ada juga yang membutuhkan penjelasan dari
orang lain agar dapat memahami materi yang dipelajari.
4. Perubahan peran mengajar dari yang semula
menguasai teknik pembelajaran konvensional kini juga dituntut menguasai teknik
pembelajaran yang menggunakan ICT (information, comunication, and technology).
5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas
internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik,
telepon, ataupun komputer).
6. Kurangnya sumberdaya manusia (SDM) yang
menguasai internet.
7. Kurangnya bahasa penguasaan computer.
8. Akses komputer yang kurang memadai dapat
menjadi masalah tersendiri bagi para peserta didik bisa frustasi bila mereka
tidak bisa mengakses grafik, gambar dan vidio karena peralatan yang tidak
memadai.
9. Tersedianya infratruktur yang bisa
dipenuhi.
10. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas
dan akurasi sehingga panduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
11. Peserta didik dapat merasa terisolasi. Meskipun e-learning menawarkan kemudahan, fleksibilitas dan kemampuan
untuk mengakses kelas secara jarak jauh pada waktu pesertasendiri, peserta
mungkin akan merasa terisolasi. Ini karena belajar online adalah tindakan yang
dilakukan sendiri untuk aktifitas bersama, yang mungkin memberi perasaan bahwa
mereka bertindak sepenuhnya sendiri. Seiring kemajuan teknologi dan manfaat
e-learning, peserta didik sekarang dapat terlibat lebih aktif dengan professor
atau siswa lain yang menggunakan alat seperti konferensi video, media sosial
dan forum diskusi.[18]
12. Kurangnya pengawasan dalam melakukan
pembelajaran secara daring membuat pengguna e-learning kadang
kehilangan fokus. Dengan adanya kemudahan akses, beberapa pengguna cenderung
menunda-nunda waktu belajar. Perlu kesadaran diri sendiri agar proses belajar
dengan metode daring menjadi terarah dan mencapai tujuan. Stay healthy and
always keep our spirit up![19]
13. Terkait Kesehatan, E-learning membutuhkan
penggunaan komputer dan perangkat sejenis lainnya, ini berarti bahwa kelelahan
mata, postur tubuh yang buruk dan masalah fisik lainnya dapat mempengaruhi
proses pembelajaran. Saat menjalankan kursus online, ada baiknya Anda
mengirimkan panduan tentang postur duduk yang benar, tinggi meja kerja dan
rekomendasi untuk istirahat yang teratur.[20]
C. Road MAP Penelitian

Dari gambar di atas, dapat diketahui bahwa
peneliti pada Fase 1 akan melakukan pengamatan dan kajian atas hasil
penelitian. Target yang ingin dicapai adalah mengetahui pengaruh pembelajaran online terhadap hasil belajar mahasiswa. Temuan tersebut memuat bagaiman pengaruh
pembelajaran pengaruh yang ditimbulkan oleh aktifitas belajar online.
Fase 2, peneliti menuangkan hasil
penelitian dalam paper yang akan
diterbitkan dalam sebuah jurnal. Tujuan
menseminasikan hasil penelitian untuk menyebarluaskan informasi dan data yang
berguna bagi peningkatan pembelajaran dalam ranah pendidikan.
BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT PENELTIAN
1.
Tujuan Penelitian
Untuk mendapatkan
informasi tentang “Pengaruh
Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Semester IV Pendidikan
Ekonomi Universitas Muslim Nusantara AL Washliyah.” Dengan harapan penelitian ini mampu menyumbang ide dalam
perkembangan pembelajaran.
2.
Manfaat Penelitian.
Salah satu usaha yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan
pembelajaran adalah menciptakan dan membangun iklim
belajar yang baik. Termasuk pembelajaran berbasis online. Pembelajaran akan
mempermudah proses belajar mengajar karena dapat dilakukan di mana saja. Sistem belajar online lebih
fleksibel karena bisa dilakukan di mana saja. Anak tidak harus duduk berjam-jam
di ruang kelas. Pembelajaran online bisa dilakukan baik saat
anak sedang libur di rumah baik di ruang tamu, di kamar, di kafe, atau bahkan
saat sedang di perjalanan
Waktu belajarnya juga tidak kaku sehingga
bisa disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari buah hati Anda. Ditambah lagi,
belajar online bisa menghemat waktu baik anak Anda maupun
waktu Anda sendiri karena tidak perlu terjebak macet saat mengantar anak Anda
ke sana kemari. Ini juga berarti Anda bisa menghemat biaya karena tidak perlu
mengeluarkan uang lebih untuk bensin dan parkir.
Selain itu, belajar online berarti
pembelajaran tidak lagi terbatas oleh jarak dan tempat. Dengan kata lain, anak
Anda bisa saja belajar dengan pengajar dari negara lain. Hal ini tentu baik
untuk perkembangan anak terutama untuk kemampuan bahasa asingnya.
Penelitian ini menjadi penting dilakukan guna mengetahui bagaimana “Pengaruh Pembelajaran Online
Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Semester IV Pendidikan Ekonomi Universitas
Muslim Nusantara AL Washliyah.” sehingga hasilnya mampu menjadi bahan kajian dan rekomendasi
untuk kemajuan pendidikan.
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field risearch) berupa
penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur penelitian akan
menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari
orang-orang dan perilaku yang bisa diamati. Penelitian bertujuan mendeskripsikan
suatu keadaan atau fenomena secara apa adanya.[21] Peneliti ingin mengangkat
tentang bagaiaman pengaruh yang ditimbulkan oleh aktifitas pembelajaran online,
maka jenis penelitian yang dianggap cocokialah penelitian kualitatif.
Perencanaan kegiatan pengumpulan data dijelaskan sebagai berikut;
1.
Metode Observasi: Observasi (observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara
mengumpulkan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang
sedang berlangsung.[22] Observasi dapat diartikan
sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak
pada objek penelitian.[23]
2.
Metode Wawancara: Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk
bertukar informasiide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna
dalam suatu topik tertentu.[24] Wawancara adalah proses
percakapan dengan maksud untuk mengkonstruksi mengenai
keadaan orang, kejadian, organisasi,
motivasi, perasaan, dan sebagainya, yang dilakukan dua pihak pewawancara (interviewer) mengajukan pertanyaan
dengan yang diwawancarai (interviewee).[25]
Dalam pelaksanaannya, peneliti menggunakan metode bebas terpimpin, yaitu
peneliti bebas menanyakan apa saja, namun mempunyai sederet pertanyaan yang
sudah terperinci dalam pola komunikasi langsung.
B.
Tempat Penelitian
Universitas Muslim Nusantara Al Wasliyah Medan
C.
Sumber Data
Sumber data
dalam kajian penelitian ini adalah subyek darimana data itu diperoleh.[26] Yang menjadi subyek dalam
penelitian ini adalah suatu yang hendak diteliti dalam sebuah penelitian.[27] Yaitu ahasiswa smester IV
Pendididkan Ekonomi UMN Al Washliyah Medan. Adapun yang dijadikan obyek
penelitian di sini adalah “Pengaruh
Pembelajaran Online Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Smester IV Pendidikan
Ekonomi Universitas Muslim Nusantara AL Washliyah.”
Penelitian
ini diperioritaskan pada data yang bersumber dari ucapan langsung informan,
dilengkapi dengan dokumentasi sebagai data penunjang. Sugiyono, mengemukakan
populasi adalah wilayah jeneralisasi yang
terdiri atas obyek
atau subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang telah
ditetapkan. Dan populasi bukan hanya orang,tetapi juga obyek dan benda-benda
alam yang lain.[28]
D.
Sampel Penelitian
Penelitian
ini akan melibatkan mahasiswa smester IV Pendidikan Ekonomi UMN Al Washliyah
Medan.
E.
Teknik Analisis Data
Metode
analisis data berarti melakukan interpretasi terhadap data-data yang telah
tersusun dan terseleksi. Maka analisis data yang dugunakan adalah analisis data
kualitatif. dengan 4 (empat) langkah: 1. Pengumpulan data, 2. Reduksi data (data reduction), 3. Penyajian data (data display), 4. Penarikan kesimpulan.[29]
Analisis
data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari
hasil wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan
data ke dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa,
menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan
membuat kesimpulan sehingga mudahuntuk dipahami.[30] Teknik analisis
data yang digunakan
adalah analisisinteraktif model
Milles dan Michael Huberman yakni terdiri dari:[31]
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal
yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting dari tema dan polanya, membuang
yang tidak perlu.
2. Data Display (Penyajian Data)
Penyajian data bisa dalam bentuk uraian
singkat, bangun, hubungan antar kategori, lowchart.
Milles dan Huberman menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan
data adalah teks yang bersifat naratif.
3. Verification (Penarikan Kesimpulan)
Penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan
awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, bahkan berubah bila tidak
ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data
berikutnya. Tapi bila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh
bukti-bukti yang valid dan konsisten merupakan kesimpulan yang kredibel.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
Disatu sisi kuliah online sangat membantu dalam menghemat pengeluaran
untuk ke kampus biaya tambahan, Mata kuliah yang diberikan dalam portal bisa
dipelajari kapan saja. Skill di bidang iptek mengasah otak para mahasiswa yang
mana ini mengembangkan mutu pengetahuan mahasiswa diluar ajaran kampus atau
tatap muka yang biasanya hanya terpaku pada buku, ppt, dan penjelasan dari
dosen. Mengajarkan mahasiswa atas pencapaian ilmu dengan mencari sumber-sumber
lain. Melatih kemandirian, mengikuti perkuliahan tidak ditentukan tempatnya,
jaringan internet bereparan penting bagi mahasiswa.
Namun disisi lain kuliah online tidaklah efektif
terkhusus di Indonesia belum sanggup melakukan kuliah online yang di mana murid
kebanyakan tidak bisa menyerap ilmu yang di sampaikan melalui online yang ada
rugi di murid spp tetap bayar dan kuota internet habis tapi ilmunya gak dapat, kalua
dilihat sepertinya tidak ada kelebihannya hanya ada kekurangannya yang sungguh
banyak baik dari kesiapan mahasiswa yang di mana prosesnya sangat ribet dan
tergantung kepada jaringan internet.
Selain itu kuliah online mahasiswa mahasiswa banyak merasa dirugikan
dalam pengambilan absen/ daftar hadir padahal kesalahan bukan dari mahasiswa
yang mana portal cacat saat login, komunikasi yang kurang intens antara
mahasiswa dan dosen saat penyampaian masalah karena hanya melalui komunikasi
secara daring bukan tatap muka dan disisni kurangnya keleluasaan mahasiswa
menyampaikan masalahnya. Hingga berbuntut pada mahasiswa/i jadi malas belajar, terlalu
santai, kadang sampai lupa kalau sedang
ada kuliah, Pelajaran
tidak bisa masuk ke akal pikiran,
dan seperti menganggap remeh kurang
menghargai dosen saat daring.
Sebahagian besar sangat bersemangat mengikuti
perkuliahan online ini karena tidak mesti berangkat ke kampus bisa dilakukan
dimana saja pada saat apapun. Mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sunggu
dikarenakan kuota internet akan habis tidak berguna jika tidak dipergunakan dan
dimanfaatkn sebaik-baiknya. Jadi bagi yang berniat untuk belajar memang
benar-benar memanfaatkan waktunya untuk mengikuti perkuliahan dengan baik
berusaha memahami setiap pelajaran yang didiskusikan. Disamping itu ada juga
yang tidak bersemangat serta sungguh-sungguh, menjadi wajar karena setiap
manusia memiliki sifat dan karakter yang berbeda pula. Terlebih lagi saat
jaringan internet bermasalah, menjadi lemot, lola, menjadikan sulit menerima
informasi saat kuliah berlangsung. Pada saat itu titik jenuh pun timbul hingga
rasa malas pun dating serta berpikir tidak ada gunanya belajar secara online,
tidak mendapatkan kepuasan dalam belajar.
Semuanya sangat antusias mengikuti kuliah melalui
Vicon/ Kamera video sebab dengan itu dapat melihat satu sma lain. Hanya
beberapa saja yang tidak perduli untuk mengikutinya, mereka mengisi daftar
hadir, tidak mengaktifkan kamera video, berbagai alasan yang disampaikan
seperti jaringan susah, kamera rusak, walaupun alasan tersebut memang benar. Tidak
ada yang hanya mengisi absen saja setelah itu tidak mengikuti perkuliahan,
tidak aktif, kamera tidak aktif dalam artian memang mereka sengaja tidak
mengikuti perkuliahan. Alasan lainya seperti sinyal
saya tidak ada, listrik mati, atau keadaan lagi hujan kadang sinyal tidak ada. Untuk
server juga sering eror mungkin karena terlalu banyak yang memakai jaringan
sehingga mengakibatkan server eror. Jadi tidak ada mahasiswa yang hanya mengisi
daftar hadir saja masuk ke portal online lalu kemudian meninggalkan hp/
laptopnya tidak mengikuti perkulihan. Semuanya memiliki kesadaran dan
tanggungjawab untuk mengikuti perkuliahan dengan baik.
Jika
perkuliahan online mnggunakan aplikasi video, seperti zoom meeting, Vicon,
semua berusaha untuk masuk kedalam aplikasi tersebut sesuai yang digunakan.
Namun berbagai kendala juga dialami yang secara keseluruhan memang disebabkan
koneksi internet, jaringan internet yang tidak baik menjadikan diskusi
menggunakan aplikasi video jadi terhambat. Keluar dengan sendirinya dari
aplikasi karena jaringan hilang timbul, suara tidak kedengaran dengan jelas,
gambar tidak bergerak. Masalah jaringan ini didominasi oleh tempat dan situasi
daerah tempat tinggal seperti di pedesaan, pegunungan, berbukit karena
mahasiswa berada dirumahnya masing-masing. Jangankan di desa, dikota sajapun
selalu terkendala masalah jaringan/ koneksi internet. Jadi tidak ada mahasisa
yang dengan sengaja tidak mengikuti perkuliahan menggunakan aplikasi video ini.
Kepusan
yang didapat selama melaksanakan perkuliahan online ini sangat beragam, ada
yang merasa sangat puas karena diskusi dan tanya jawab dilakukan dalam jaringan
tidak berhadapan secara langsung, yang tadinya kadang merasa malu untuk
bertanya dan mengemukakan pendapat dengan system online ini menjadi berani dan
lebih aktif, sehingga lebih mudah untuk menguasai dan memahami setiap materi yang
diajarkan dan didiskusikan selama perkuliahan berlangsung walau ada kalanya
terganggu karena koneksi jaringan yang tiba-tiba eror, tapi tidak menjadi
masalah besar sebab semua juga mengalami hal yang sama.
Sebahagian
lain merasa tidak mendapatkan kepuasan yang maksimal dengan sistem perkuliahan
online ini. Dengan anggapan bahwa terlalu susah untuk dimengerti setiap
pemaparan penjelasan dari pokok bahasan dan penjelasan dari setiap setiap
pertanyaan yang diajukan dalam diskusi. Kembali lagi ini disebabkan masalah
jaringan sehingga sulit untuk mendengar suara dengan jelas, putus-putus, bahkan
sama sekali tidak kedengaran apa yang di sampaikan. Keadaan tersebut
menimbulkan rasa jengkel dan kesal sudah lah Lelah letih dan capek mengikuti
perkuliahan tetapi apa yang didapatkan tidak sesuai.
Ada
juga yang sama sekali merasa sangat tidak puas belajar dengan system online
ini, tidak merasa leluasa dalam menyampaikan sesuatu saat diskusi, selain itu
juga penjelasan dari dosen hanya terkait masalah yang timbul saat diskusi
berlangsung dalam pertanyaan, tidak seperti belajar di dalam kelas yang setiap
penjelasan itu terasa lebih lues dan berkembang, enak didengar dan mudah
dimengerti. Terkadang penjelasan-penjelasan yang disampaikan tidak hanya
terkait pokok masalah diskusi saja tapi lebih dari itu dalam banyak hal, waktu
juga mendukung tanpa adanya rasa keluh kesah gangguan jaringan yang eror.
Pemaparan
makalah untuk diskusi di dalam kuliah online kurang menarik, terkesan biasa
saja, tidak wah, tidak memiliki tantangan yang memancing keberanian dan
kecakapan dalam berinteraksi. Ini karena tidak bertemu dan berhadapan langsung,
melainkan hanya dalam jaringan yang tampak wajah saja jika jaringan baik, namun
lebih bnyak yang tidak kelihatan sma sekali, layar hanya hitam seperti tidak
ada kehidupan walau semuanya aktif mengikuti perbnkuliahan. Tidak seperti
kuliah di dalam kelas yang kita bisa melihat satu sama lain tanpa terkecuali,
peresentase lebih menantang karena diahapan langsung oleh dosen dan
teman-teman. Jadi mau tidak mau harus benar-benar mempersiapkin diri dengan
baik agar presentase dan diskusi berjalan lancar.
Dari
segi pemahaman hanya sebahagian saja yang memahami secara keseluruhan pelajaran
data perkuliahan online, selebihnya tidak sama sekali. Mengenai faktornya sudah
banyak disinggung pada paraghraf-paraghraf sebelumnya. Mungkin hanya niat
ikhlas dan minat yang tinggi bisa menerima dan menjalani aktifitas belajar
online ini. Namun tdak pula yang lain tdak memiliki niat ikhlas, ini hanaya
sekedar asumsi saja. Tapi pastilah semuanya memiliki niat ikhlas dan
keseriusan, hanya saja setiap orang berbeda-beda cara pandangnya dalam menerima
suatu keadaan yang baru.
Berdasarkan
keterangan yang diperoleh bahwasanya tidak semua pelajaran dapat dipahami dan
dimengerti dengan baik, tetapi hanya beberapa dari matakuliah yang di ikuti
saja. Munkin matakuliah yang tidak ada kaitannya dengan hitungan dan
sejenisnya. Seperti pelajaran mate-matika yang identic dan tidak terlepas dari
yang Namanya rumus dan hitungan. Yang perkuliahan itu hanaya membaca sendiri
setiap materi yang diberikan dosen tanpan maksimalnya penjelasan dan bimbingan,
itu tentu sangat sulit utuk dimengerti dan dipahami. Dijelaskan secara langsung
saja kadang merasa sulit dan mesti berulang-ulang bertanya, apalagi dalam
system online ini, semuanya serba terbatas dalam diskusi karena terkendala
masalah jaringan tadi. Jadi, pada saat kuliah online hanya pada mata kuliah
tertentu saja yang bisa didapat dengan maksimal.
Mengenai
hasil belajar yaitu nilai yang diperoleh setelah perkuliahan slesai dalam satu
smeseter, tidak ada perubahan yang lebih baik bahkan ada yang menurun dari yang
didapat pada smeter sebelumnya. Mengapa demikian, karena persoalan kendala yang
dihadapi pada saat perkuliahan berlangsung membuat tidak makasimalnya menerima
pelajaran dan memahaminya. Menjadi wajar jika hasil belajar yang diperoleh itu
cendrung biasa saja tidak membawa pengaruh yang baik dalam peningkatannya,
tetapoii malah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap menurunnya hasil
belajar. Tidak bisa dipungkiri karena memang itu lah yang sedang terjadi.
Menaruh
harapan bahwa nilai belajar akan meningkat melalui perkuliahan online ini hanya
sebatas angan saja. Keterbatasan dalam segala hal membawa pengaruh terhadap
baik buruknya serta maksimal atau tidaknya proses belajar menmgajar
berlangsung. Alhasli dengan keadaan sedemikian rupa itu kuliah online membawa
pengaruh yang sangat besar bagi semuanya, terutama masalah nilai/ prestasi
belajar. Dengan jujur dikatakan pemahaman pelajaran yang didapat tidak maksimal
kebanyakan. Tidak juga semuanya mengalami penurunan, penurunannya pun pula
drastis. Intinya pembelajaran online ini sangat sedikit membawa dampak pengaruh
meningkatkan prestasi belajar.
Jika
ditanya mengenai perasaan denagn sistem perkuliahan online apakah hati senang
dan Bahagia maka jawabannya tidak sama sekali. Walaupun pembelajaran online ini
memiliki kelebihan tersendiri yang memang menguntungkan beberapa pihak atau
pribadi lain, yang menjadikan semua aktifitas tersa mudah, gampang, bisa dimana
aja dan kapan saja. Tetap saja banyk yang merasa tidak nyaman karennya jika
harus belajar dalam bentuk online ini. Bagi yang tidak memiliki penghasilan
maka akan terasa sulit dan berat untuk menyediakan kuota internet agar dapat
mengikuti kuliah. Dan juga bagi yang tidak memiliki pprangkat computer, laptop,
serta Hp yang biasa aja tidak mendukung koneksi dengan baik akan menjadi
masalah dan mimik yang menakutkan sebenarnya. Untuk itu pembelajran online ini
sama sekali kurang disukai.
Dan
jika ditanya perihal apakah Bahagia dan memiliki keinginan supaya pembelajaran
online ini tetap dilaksanakan juga mendapat jawaban yang berbeda-beda.
Diantaranya sperti di atas, merasa senang tidak perlu repot dan ribet untuk
bersiap-siap berangkat kekampus. Banyak waktu luang/ efisien. Bebas menggunakan
media alat komunikasi saat kuliah berlangsung. Dan beberapa keuntungan lain
yang bisa didapat akbita pembelajaran online.
Kendati
demikian, bagi yang memiliki kekurangan atau keterbatasan, baik Dari segi
materi dan situasi kondisi serta lingkungan tempat tinggal. Kebanyakan menolak
untuk tidak lagi dilangsungkan pembelajaran online. Mereka cendrung
menginginkan perkuliahan tatap muka seperti sebelumnya. Walau harus Lelah
mengikuti kuliah yang kampus jauh dari rumah tidak menjadi soal, asalkan ada
yang didapat stelah perkuliahan slesai. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri.
Keluhan dan jenis-jenisnya seringkali terdengar dari setiap mahasiswa yang
memang merasa kurang dalam perkuliahan online ini. Smoga wabah corona in I
segera berakhir dan pembelajran bisa Kembali lagi seperti semula.
Tidak
hanya itu, kerinduan yang terasa sngat terhadap suasa kampus juga mempengaruhi,
bertemu dengan teman-teman, bercerita, berdiskusi, membuat tugas dan sebagainya
yang terasa hilang selama pembelajaran online ini. Lelah dan letihnya berangkat
dan pulang kuliah demi mengikuti perkuliahan untuk mendapat pengetahuan tentang
pelajaran yang sudah semestinya. Dan juga realisasi hak dan kewajiban serta
tanggungjawab yang mesti dilakukan. Itu semua menjadi satu kerinduan yang tidak
dapat dibayangkan. Itu sebab banyak yang berharaop agar perkuliahan online ini
segera berakhir dan Kembali seperti semula.
BAB VI
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pembelajaran
online memiliki kelebihan dan kekurangan yang sangat berarti. Membawa dampak
positif dan negatif terhadap tingkah dan prilaku mahasiswa. Pembelajaran online
tidak sepenuhnya berjalan lancar dan pemahaman terhdap setiap materi pelajaran
tidak maksimal. Pmahaman dan wawasan tidak luas didapat karena hanya dijelaskan
melalui online mengikut serta pasrah terhadap jaringan. Juga sangat berpengaruh
terhadap prestasi belajar, membawa dampak positif meningkatkan prestasi belajar
itu sangat kecil dibandingkan dengan pengaruh negatif yang menjadikan prestasi
belajar menurun. Pembelajaran online ini sebaikanya tidak lagi dilakukan.
B. Saran
Dengan melihat jelas keadaan yang dialami
setiap mahasiswa, sebaikanya fasilitas-fasilitas yang mendukung
terselenggaranya perkuliahan online ini juga dipenuhi dan diberikan kepada
mahasiswa. Terutama keadaan server yang sehat dan memadai dapat menampung semua
aktfitas pembelajaran online sehingga tidak terjadi eror dan sebagainya.
Pergkiliahan online ini sebaiknya tidak dilanjutkan pada smester berikutnya
tetapi dilaksanakn tatap muka saja. Agar tidak ada yang merasa dirugikan akibat
yang ditimbulkan pembelajaran online.
DAFTAR PUSTAKA
Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Aktualisasi Metodologis Ke ArahRagam
Varian Kontemporer), Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003.
Darmansyah, Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor, Jakarta: BumiAksara, 2010.
Imam Suprayogo dan Tobroni, Metode
Penelitian Sosial Dan Agama, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001.
Khusaini Usman dan Purnama Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta:
Bumi Aksara, 1996
Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar
Baru Algensindo, 2011.
Nana Syaodih Sukadinata, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung:
Remaja Rosda Karya, 2007.
Nursalam Ferry Efendy, Pendidikan Dalam Keperawatan, Salemba
Medika.
Oemar Hamalik, Psikologi Belajar Dan Mengajar, Bandung: Sinar Baru
Algensindo, 2009.
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta:
Rajawali Pers, 2011.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan
(Pendekatan Kuantitatif, Kualtatif Dan R & G, Bandung: Alfabeta, 2007.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuanttatif, Kualitatif dan R
& D, Bandung: Alfabeta, 2008.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & G, Cet. Ke-11,
Bandung: Alfabeta, 2010.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka
Cipta, 1992.
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi
Aksara, 2008.
Zainal Arifin, Evaluasi Instruksional: Prinsip-Teknik-Prosedur,
Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.
https://ainamulyana.blogspot.com/2016/01/prestasi-belajar-siswa-pengertian-dan.html.
https://www.haidunia.com/pengertian-pembelajaran-online-menurut-ahli/
http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/TPEN4401-M1.pdf
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/
https://www.studilmu.com/blogs/details/keuntungan-kekurangan-dari-belajar-online
http://www.wantiknas.go.id/id/berita/empat-kelebihan-dan-kekurangan-dalam-menerapkan-e-learning
LAMPIRAN
1. Biodata
Peneliti
|
1 |
Nama Lengkap (dengan gelar) |
Isnan Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd |
|
2 |
Jenis Kelamin |
Perempuan |
|
3 |
Jabatan Fungsional |
Asisten Ahli |
|
4 |
NIP |
- |
|
5 |
NIDN |
0129058902 |
|
6 |
Tempat dan
Tanggal Lahir |
Medan, 29 Mei 1989 |
|
7 |
E-mail |
|
|
8 |
Nomor HP |
082230552000 |
|
9 |
Alamat Kantor |
Jl Garu II No.
93 Medan |
|
10 |
Nomor Telepon/ Fax |
(061)7867044 /(061)7862747 |
|
11 |
Lulusan yang Telah
Dihasilkan |
S-1= – orang; S-2= –
Orang; S-3= – Orang |
|
12 |
Mata Kuliah yang Diampu |
1.
Akuntansi Keuangan Lanjutan 1 2.
Akuntansi Biaya 3.
Kurikulum dan Pembelajaran 4.
Pemeriksaan Akuntansi 5.
Akuntansi Pajak 6.
Pengantar Ilmu Sosial |
B. Riwayat Pendidikan
|
|
S-1 |
S-2 |
S-3 |
|
Nama Perguruan |
Universitas Negeri
Jakarta |
Universitas
Negeri Malang |
|
|
Tinggi |
|
||
|
Bidang Ilmu |
Pendidikan Ekonomi |
Pendidikan Ekonomi |
|
|
Tahun
Masuk- |
2007 – 2011 |
2013 – 2015 |
|
|
Lulus |
|
||
|
Judul |
Hubungan Antara Varians Anggaran
Dengan Kinerja Keuangan Pada Koperasi Pegawai Di DKI Jakarta |
Pengembangan Pembelajaran Ekonomi Berwawasan Keindonesiaan Di MAN 3
Kota Malang. |
|
|
Skripsi/Thesis / |
|
||
|
Disertasi |
|
C. Pengalaman Penelitian dalam 5
Tahun Terakhir
|
No. |
Tahun |
Judul Penelitian |
Pendanaan |
|
|
Sumber |
Jml (Juta Rp) |
|||
|
1. |
2016 |
Pengembangan Metode Pembelajaran
Menggunakan Konsep ESQ Dalam Mengingkatkan Karakter Mahasiswa Pendidikan
Ekonomi Semester V Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Tahun 2016/2017 |
Dana Internal UMN AW |
Rp 3.000.000 |
|
2 |
2017 |
PENGARUH KEMAMPUAN DASAR
MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI |
Dana Internal UMN AW |
Rp 3.000.000 |
|
3 |
2018 |
PENGARUH KEMAMPUAN DASAR
MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI |
Dana Internal UMN AW |
Rp 3.000.000 |
D. Pengalaman Pengabdian
dalam 5 Tahun Terakhir
|
No. |
Tahun |
Judul Pengabdian kepada Masyarakat |
Pendanaan |
|
|
Sumber |
Jml (Juta Rp) |
|||
|
1 |
2016 |
Pemberdayaan Karang Taruna Dalam Upaya Peningkatan
Potensi Wisata Mangrove |
Dana
Internal UMN AW |
Rp 2.500.000 |
|
2 |
2016 |
Sosialisasi Media Pembelajaran Dengan Metode CTL di
SMK Negeri |
Dana
Internal UMN AW |
Rp 2.500.000 |
|
3 |
2021 |
IMPLEMENTASI MODEL CIPP DALAM MENGEVALUASI
PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID 19 DI SMP SWASTA PEMBANGUNAN
KABUPATEN DELI SERDANG |
Dana Internal
UMN AW |
Rp 2.500.000 |
E. Publikasi Artikel
Ilmiah dalam Jurnal dalam 5
Tahun Terakhir
|
No. |
Judul Artikel |
Nama Jurnal |
Volume/Nomor/ Tahun |
|
|
1 |
Pengembangan
Pembelajaran Ekonomi Berwawasan
Keindonesiaan Di MAN 3 Kota Malang. |
Jurnal Penelitian Pendidikan dan Sosial
Humaniora |
ISSN:
2502-9622 Vol.
2/ No. 2/ November 2017 |
|
|
2 |
Hubungan Antara Varians Anggaran
Dengan Kinerja Keuangan Pada Koperasi Pegawai Di DKI Jakarta |
|
Vol. 19/ No. 1/ Desember 2018 |
|
|
Kultura |
||||
|
|
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
|
No. |
Nama Pertemuan |
Judul Artikel Ilmiah |
Waktu dan Tempat |
|
Ilmiah /Seminar |
|||
|
1 |
Narasumber Seminar |
"Tips Sukses Setelah Tamat
SMP" |
|
|
|
|||
|
2 |
|
|
|
|
|
|
||
|
3 |
|
|
|
|
|
|
Medan,
Mei 2021
Isnan
Nisa Nasution, S.Pd., M.Pd.
Identitas Diri Peneliti
|
Nama |
Dalmi Iskandar Sultani, M.Pd.I |
|
Jenis Kelamin |
Laki-laki |
|
Jabatan Fungsional |
Asisten Ahli |
|
NIP |
- |
|
NIDN |
0107078704 |
|
Tempat/ Tanggal Lahir |
Bangun Jati 07 Juli 1987 |
|
E-mail |
|
|
No. Telp/ HP |
0813 6630 3640 |
|
Alamat Kantor |
Jln. Garu 2 No. 2 & 93 Medan |
|
No. Telp/ Fax |
061-7867044 |
|
Lulusan yang telah dihasilkan |
- |
|
Mata Kuliah yang diampu |
|
Riwayat
Pendidikan
|
Nama
Perguruan Tinggi |
Universitas
Muhammadiah Sumatera Utara (UMSU) |
Universitas
Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) |
|
Bidang
Ilmu |
Pend.
Agama Islam |
Konsentrasi
Pend. Agama Islam |
|
Tahun
Masuk – Lulus |
2008
– 2012 |
2013
– 2015 |
|
Judul Skripsi/
Tesis/ Disertasi |
Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Pengajaran
GuruDengan Motivasi Belajar
Siswa Pada PelajaranPendidikan Agama Islam di SMP
Muhammadiyah 57Medan |
Manajemen
Bimbingan Konseling di SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang |
|
Nama Pembimbing/
Promotor |
Drs.
Zulkarnain Lubis, MA Drs.
Lisanuddin |
Prof.
Dr. Syaiful Akhyar Lubis, MA, Prof.
Dr. Lahmuddin Lubis, M.Ed |
Pengalaman
Penelitian 5 Tahun Terakhir
|
Tahun |
Penelitian |
Pendanaan |
|
|
Sumber |
Jumlah |
||
|
2017 |
Studi
Tentang Persepsi Guru Dalam Pembuatan Handout Mata Pelajaran Pendidikan Agama
Islam di SMP Negeri 1 Batang Kuis |
Internal |
Rp. 3.500.000 |
Pengalaman
Pengabdian Masyarakat 5 Tahun Terakhir
|
Tahun |
Pengabdian |
Pendanaan |
|
|
Sumber |
jumlah |
||
|
2017 |
Pelatihan Berwudhu Menurut Sunnah Rasulullah saw di
Kelas VII SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang |
Mandiri |
Rp. 1.574.000 |
|
2017 |
Memotivasi Siswa SMA Negeri 1 Pantai Cermin Untuk
Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi |
Iternal |
Rp. 5.000.000 |
Publikasi
Artikel Ilmiah 5 Tahun Terakhir
|
No. |
Judul
Artikel
Ilmiah |
Nama Jurnal |
Volume/ Nomor/ Tahun |
|
1 |
Perspektif Islam Tentang Interaksi Sosial (Adab) |
PERSPEKTIF |
Vol.1, No.1 Tahun 2017 |
|
2 |
Manajemen Bimingan Konseling di SMP
Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang |
JP2SH UMN AW |
Vol.2, No.2 Tahun 2017 |
Pemakalah Seminar
Ilmiah (Oral
Presentation) dalam 5 Tahun
Terakhir
|
No |
Nama
Temu ilmiah/ Seminar |
Judul
Artikel
Ilmiah |
Waktu danTempat |
|
1 |
|
|
|
|
2 |
|
|
|
Karya Buku dalam
5 Tahun Terakhir
|
No |
Judul Buku |
Tahun |
Jumlah
Halaman |
Penerbit |
|
1 |
|
|
|
|
Perolehan HKI
dalam
10 Tahun Terakhir
|
No. |
Judul/TemaHKI |
Tahun |
Jenis |
NomorP/ID |
|
1 |
|
|
|
|
Pengalaman Merumuskan
Kebijakan Publik/ Rekayasa
Sosial
Lainnya
dalam 10Tahun
Terakhir
|
No. |
Judul/Tema/Jenis
Rekayasa Sosial
Lainnya yang
Telah
Diterapkan |
Tahun |
TempatPenerapan |
RespoMasyarakat |
|
1 |
|
|
|
|
Penghargaan dalam 10
tahun
Terakhir
(dari pemerintah, asosiasi atau
institusi
lainnya)
|
No. |
JenisPenghargaan |
Institusi
PemberiPenghargaan |
Tahun |
|
1 |
|
|
|
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Penugasan Penelitian dan Pengabdian
Medan,
Peneliti, Juli 2020
Dalmi
Iskandar Sultani, M.Pd.I
NIDN: 0107078704
2.
Susunan Organisasi
|
No |
Nama Peneliti
dan NIDN |
Satatus |
Jam Dalam Minggu |
TugasPeneliti |
|
1 |
Isnan Nisa Nasution, M.Pd. NIDN:0129058902 |
Ketua Penelitian |
4 Jam Penelitian |
Penanggung Jawab Penelitian |
|
Penyusun Instrumen
Penelitian |
||||
|
Validator Penellitian |
||||
|
2 |
Dalmi Iskandar Sultani, M.Pd.I |
Anggota Penelitian |
4 Jam Penelitian |
Pelaksana Pengambilan data |
|
Analisator
Hasil
Penelitian |
||||
|
PencatatKegiatan
Penelitian |
3.
Laporan Penggunaan Dana Penelitian
|
1.Honor |
|||||||||
|
Honor |
Honor/Jam(Rp)(X) |
WaktuJM/Minggu(Y) |
Minggu (Z) |
Jumlah (4Bulan)X*Y*Z |
|||||
|
Peneliti |
Rp18.000 |
4 |
12 |
Rp864.000 |
|||||
|
Anggota1 |
|
|
|
|
|||||
|
SubTotal |
Rp864 .000 |
||||||||
|
2. BahanHabis pakai |
|||||||||
|
Material |
JustifikasiPemakaian |
Kuantitas |
Harga Satuan |
Jumlah |
|||||
|
PembelianKertas |
Untuk pengetikan proposal
penelitian danhasilpenelitian |
1rim |
Rp70.000 |
Rp70.000 |
|||||
|
ATK |
Kegiatan Selama Penelitian |
2Paket |
Rp23.000 |
Rp46.000 |
|||||
|
AnalisisData |
Analisator Data |
1Orang |
Rp150.000 |
Rp150.000 |
|||||
|
Penjilidan
dan Cetak Laporan |
Laporan |
4eks |
Rp80.000 |
Rp320.000 |
|||||
|
Pulsa dan Internet |
Penunjangefesiensi |
1paket |
Rp50.000 |
Rp50.000 |
|||||
|
SubTotal |
Rp636.000 |
||||||||
|
4. Publikasi |
|||||||||
|
Kegiatan |
Justifikasi |
Kuantitas |
Harga Satuan |
Jumlah |
|||||
|
Publikasi Jurnal |
Laporan/Seminasi Penelitian |
1paket |
Rp500.000 |
Rp500.000 |
|||||
|
SubTotal |
Rp500.000 |
||||||||
|
TotalAnggaranYangDiperlukan |
Rp2.000.000 |
||||||||
[1] Thursam Hakim, Belajar Secara Efektif (Jakarta: Puspa
Swara, 2000), hlm. 10.
[2] https://ainamulyana.blogspot.com/2016/01/prestasi-belajar-siswa-pengertian-dan.html.
Dikutip 20 November 2020.
[3] Oemar
Hamalik, Psikologi Belajar Dan Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo,
2009), hlm.78.
[4] Suharsimi
Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2008, hlm. 5
[5] Sardiman
A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Rajawali Pers, 2011,
hlm. 46
[6] https://www.kompasiana.com/elfa.dianymufida/54f864cca33311ef7d8b489f/belajar-tujuan-belajar-dan-faktorfaktor-yang-mempengaruhi-belajar.
Diundoh 20 November 2020.
[7] Zainal
Arifin, Evaluasi Instruksional: Prinsip-Teknik-Prosedur, Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2011, hlm. 12-13
[8] Nana
Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo,
2011, hlm. 39- 40
[9]Darmansyah, Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan
Humor (Jakarta: BumiAksara, 2010),
hlm. 17.
[10] https://www.haidunia.com/pengertian-pembelajaran-online-menurut-ahli/
[11] https://www.haidunia.com/pengertian-pembelajaran-online-menurut-ahli/
[12] http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/TPEN4401-M1.pdf
[13] https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/
[14] https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/
[15] Nursalam
Ferry Efendy, Pendidikan Dalam Keperawatan (Salemba Medika) hlm 139.
[16] Ibid, hlm
140
[17] http://www.wantiknas.go.id/id/berita/empat-kelebihan-dan-kekurangan-dalam-menerapkan-e-learning
[18]https://www.studilmu.com/blogs/details/keuntungan-kekurangan-dari-belajar-online
[19] http://www.wantiknas.go.id/id/berita/empat-kelebihan-dan-kekurangan-dalam-menerapkan-e-learning
[20] https://www.studilmu.com/blogs/details/keuntungan-kekurangan-dari-belajar-online
[21] Nana Syaodih
Sukadinata, Metodologi Penelitian
Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007), hlm. 18
[22]Nana
Syaodih, Metodologi Penelitian, hlm. 220.
[23] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan(Jakarta:
Rineka Cipta, 2004), hlm. 158.
[24] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan
R & G, Cet. Ke-11 (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 231.
[25] Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif (Aktualisasi
Metodologis Ke ArahRagam Varian Kontemporer) (Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 2003), hlm. 108.
[26] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek
(Jakarta: RinekaCipta, 1992), hlm. 102.
[27]Khusaini Usman dan
Purnama Setiady Akbar, Metodologi
Penelitian Sosial (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hlm.96.
[28] Sugiyono, Metode
Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualtatif Dan R & G (Bandung:
Alfabeta, 2007), hlm. 117.
[29]Imam
Suprayogo dan Tobroni,
Metode Penelitian
Sosial Dan Agama (Bandung:
Remaja Rosda Karya, 2001), hlm. 192.
[30]Imam
Suprayogo dan Tobroni, Metode Penelitian
Sosial Dan Agama (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2001), hlm. 192.
[31] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan
Kuanttatif, Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2008), hlm. 335.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar