Jumat, 03 September 2021

PENGEMBANGAN MODEL CIPP DALAM MENGEVALUASI PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID 19 DI SMP SWASTA PEMBANGUNAN KABUPATEN DELI SERDANG

 

PENGEMBANGAN MODEL CIPP DALAM MENGEVALUASI PEMBELAJARAN DARING DIMASA PANDEMI COVID 19 DI SMP SWASTA PEMBANGUNAN KABUPATEN DELI SERDANG

 

Isnan Nasution, S.Pd, M.Pd.,1 Ramadhani, S.Pd.I., M.Pd.2, Dalmi Iskandar Sultani, M.Pd.I3

 

Isnan.nisa.nasution@gmail.com

 

 

 

ABSTRAK

 

 

Penelitian ini kami laksanakan di sekolah SMP Swasta Pembangunan, dimana tim melaksanakan program disekolah ini sebagai bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi bagi UMN-AW.  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan guru melalui pengembangan evaluasi pembelajaran daring yang dilakukan melalui kegiatan pendampingan untuk guru dalam mengevaluasi kegiatan pembelajaran daring yang auntentik dengan menggunakan Model CIPP. Sehingga dengan adanya evaluasi pembelajaran daring, secara bertahap diharapkan guru dapat mengetahui kekurangan dalam KBM dan mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Metode pendekatan ini dalam bentuk ceramah dan pengisian angket evaluasi pembelajaran daring dengan model CIPP.

Kata Kunci : evaluasi pembelajaran daring, CIPP Model

 


 

PENDAHULUAN

 

SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang dibangun sekitar tahun 2018 sampai sekarang Jumlah guru masih 5 orang dengan jam masuk sekolah sebelum adanya covid 19 yaitu pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB, sampai sholat zuhur bersama. Sekolah ini belum menamatkan siswanya. Banyak yang harus dilengkapi dan diperbaikan sesuai dan selayaknya sekolah menengah pertama pada umumnya, yaitu dari sarana prasarana dan alat peraga ataupun media untuk menunjang keberhasilan pendidikan dan keberlangsungan sekolah ini.

Persaingan sekolah tingkat menengah pertama sangat ketat, dan kebutuhan terhadap pendidikan tingkat menengah pertama juga sebanding karena itulah sekolah ini berusaha untuk hadir ditengah sekitar penduduk patumbak. Dalam tata kelola mutu pendidikan sekolah ini masih terus diperbaiki sehingga sangat dibutuhkan pelatihanpelatihan ataupun workshop untuk menunjang peningkatan wawasan guru dalam pengelolaan kelas, peningkatan kualitas Pendidikan di sekolah, serta evaluasi pembelajaran sehingga guru-guru memahami tingkat keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan selama masa pandemic covid 19 ini.

Berdasarkan analisis situasi diatas, permasalahan yang di hadapi SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang adalah:

1.  Guru masih memerlukan pelatihan untuk peningkatan wawasan dan kompetensinya dalam pembelajaran daring.

2.      Guru membutuhkan bantuan untuk mengevaluasi pembelajaran daring dalam kegiatan belajar mengajar secara online dimasa pandemi Covid 19.


TUJUAN DAN SASARAN

2.1  Tujuan Kegiatan

Evaluasi program sistem pembelajaran daring dilakukan untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan mutu pembelajaran dengan mengevaluasi secara seksama, pelaksanaan pembelajaran daring pada SMP Swasta Pembangunan dengan menggunakan model evaluasi CIPP.

2.2  Sasaran Kegiatan

Sasaran yang dituju dalam evaluasi pembelajaran daring ini merupakan pihak yang berikutnya akan disebut sebagai mitra yaitu SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang, yang mana objek pengabdian yang diambil yaitu guru sebagai pendidik di SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang. Sekolah ini dipilih sebagai mitra dikarenakan sekolah ini masih terbilang baru sehingga membutuhkan banyak kesempatan bagi para guru untuk mendapatkan pelatihan dan pembelajaran untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi mereka, terutama dimasa pandemi seperti saat ini yang sulit untuk mengikuti pelatihan untuk meng-upgrade pengetahuan secara langsung diluar lingkungan sekolah. Dengan adanya pengabdian ini diharapkan dapat menambah wawasan guru untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pembelajaran daring yang dilaksanakan selama masa pandemic Covid-19 ini. pembelajaran daring pada masa pandemic covid-19 yang ditinjau dari Context, Input, Process, Product (CIPP). Dan untuk menjelaskan implementasi hasil dari penggunaan Model CIPP ini akan dijelaskan dengan metode deskriptif kuantitatif.

Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh guru di SMP Swasta Pembangunan sebanyak 26 orang, namun saat pelaksanaan sampel yang dilibatkan sebanyak 14 orang responden. Jenis data yang digunakan dalam evaluasi program sistem pembelajaran daring adalah data primer, artinya data yang langsung didapatkan dari mitra yaitu guru. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner terbuka berskala likert. Teknik evaluasi yang digunakan secara daring dengan menggunakan google form untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Selanjutnya data yang diperoleh dilakukan tabulasi untuk dianalisis secara deskrptif kuantitatif.

 

                                      

    METODE PELAKSANAAN

 

Pelaksanaan penelitian ini dengan menggunakan model evaluasi program. Penelitian ini termasuk menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan dari suatu program pembelajaran. Model evaluasi yang digunakan adalah model CIPP. Penelitian difokuskan untuk menjelaskan program sistem pembelajaran daring pada masa pandemic covid-19 yang ditinjau dari Context, Input, Process, Product (CIPP). Dan untuk menjelaskan implementasi hasil dari penggunaan Model CIPP ini akan dijelaskan dengan metode deskriptif kuantitatif.


Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh guru di SMP Swasta Pembangunan sebanyak 26 orang, namun saat pelaksanaan sampel yang dilibatkan sebanyak 14 orang responden. Jenis data yang digunakan dalam evaluasi program sistem pembelajaran daring adalah data primer, artinya data yang langsung didapatkan dari mitra yaitu guru. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner terbuka berskala likert. Teknik evaluasi yang digunakan secara daring dengan menggunakan google form untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Selanjutnya data yang diperoleh dilakukan tabulasi untuk dianalisis secara deskrptif kuantitatif.


Di dalam pelaksanaanya, kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Tim Dosen UMN Al- Wasliyah. Selain itu, program ini juga diarahkan pada terciptanya kerjasama yang kolaboratif dengan guru SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang.


Kegiatan ini dilaksanakan selama adalah 6 (enam) bulan yang dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai pada proses monitoring evaluasi (MONEV). Perencanaan prorgam ini diawali dengan analisis situasi di SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang. Selanjutnya, mengajukan proposal ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UMN Al-Wasliyah dan mengurus surat izin. Selain itu, menyiapkan menyiapkan angket evaluasi pembelajaran daring. Kemudian dilakukannya evaluasi yang meliputi evaluasi proses dan hasil. Evaluasi proses merupakan evaluasi selama dilaksanakannya penyampaian pengantar tentang pentingnya evaluasi pembelajaran dan penyampaian komponen penilaian evaluasi model CIPP yang akan di disampaikan kepada guru-guru SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang selama 3 pertemuan. Kemudian evaluasi hasil, dengan memberikan tugas berupa penyusunan hasil belajar/ nilai siswa yang dimiliki masing-masing guru atas pembelajaran daring yang sedang berlangsung saat ini, sehingga dapat dilanjutkan dengan proses pengisian kuisioner evaluasi pembelajaran daring sesuai dengan komponen penilaian evaluasi berdasarkan model CIPP.


Adapun kegiatan dalam implementasi model CIPP sebagai evaluasi pembelajaran daring dimasa Pandemi Covid 19 di SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang ini dilakukan selama tiga kali pertemuan. Tahapan kegiatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.   Pertemuan Pertama, tim pengusul memberikan pengantar tentang pentingnya evaluasi dalam pembelajaran, terutama dalam pembelajaran daring. Kemudian memberikan pengarahan atau penjelasan tentang bagaimana dan komponen apa saja yang menjadi penilaian dalam evaluasi pembelajaran daring sehingga pembelajaran daring yang dilaksanakan selama ini dan berikutnya dapat menjadi aktivitas pembelajaran yang lebih efektif dan efisien untuk dilaksanakan.

2.    Pertemuan kedua, guru menyusun hasil belajar siswa selama pembelajaran daring dimasa pandemi covid 19 yang akan digunakan sebagai bahan evaluasi.

3.      Pertemuan ketiga, guru dibantu oleh tim pengusul untuk menerapkan evaluasi pembelajaran daring dengan menggunakan model CIPP dan mengisi kuisioner berkaitan evaluasi tersebut. Dengan demikian, guru dapat mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pembelajaran daring yang dilakukan selama pandemi covid 19 ini.

 

            KELUARAN YANG DICAPAI

 

Target      yang      diharapkan     dari      kegiatan Penelitian ini adalah:

1.       Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru tentang pentingnya evaluasi pembelajaran daring.

2.       Meningkatkan        wawasan        guru         melalui pengembangan evaluasi pembelajaran, dilakukan melalui kegiatan pendampingan untuk guru dalam mengevaluasi kegiatan pembelajaran daring yang auntentik dengan menggunakan Model CIPP. Secara lebih terperinci, luaran yang ingin dicapai dalam kegiatan sebagai berikut:

1.       Publikasi ilmiah pada Jurnal ber ISSN/ Prosiding Jurnal Nasional.

2.       Publikasi pada media masa cetak Online.

3.       Video

 

MANFAAT YANG DIPEROLEH

 

5.1. Hasil yg dilakukan kepada mitra

Kegiatan Penelitian ini dilaksanakan di SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Sekolah dan guru di SMP Swasta Pembangunan. Kegiatan penelitian  ini dimulai dari persiapan: perizinan, penentuan


lokasi, waktu dan tempat kegiatan. Serta kegiatan inti yakni sosialisasi program dan evaluasi pembelajaran dengan pengisian kuisioner secara online. Para responden sangat antusias dalam kegiatan ini, hal ini dibuktikan dengan hampir keseluruhan guru hadir dalam program penelitian ini dan aktif dalam merespon materi di sesi tanya jawab yang dilakukan tim penelitian.

Para guru belum melakukan evaluasi pembelajaran daring selama masa pandemi Covid 19. Selama ini para guru memahami pentingnya evaluasi pembelajaran, namun dikarenakan kesibukan aktivitas pembelajaran dan kegiatan kesehariannya, para guru melewatkan tahap evaluasi sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan pembelajaran daring yang harus dilakukan. Pembelajaran daring berlangsung terus tanpa adanya solusi jelas yang dilakukan sebagai perbaikan dalam KBM. Padahal evaluasi pembelajaran dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan dan hambatan yang terjadi dalam pembelajaran daring yang dihadapi guru maupun siswa, sehingga pembelajaran daring dapat berjalan lebih baik dan maksimal.

Hasil penelitian yang sudah dilakukan, yaitu;

1.       Timbulnya motivasi dan kesadaran diri para guru, bahwasanya evaluasi pembelajaran bukan hanya untuk diketahui, namun dijalankan agar terjadi perbaikan demi perbaikan dalam pembelajaran sebagai bentuk pembelajaran menuju KBM yang lebih optimal.

2.       Pemahaman para guru tentang apasaja tolak ukur yang dilihat dalam mengevaluasi pembelajaran daring sesuai dengan 4 komponen yang disampaikan dalam model CIPP.

3.       Kegiatan penelitian ini dilakukan 2 arah, sehingga tanya jawab menjadi salah satu jembatan  bagi para guru untuk lebih merinci dalam memperjelas hal-hal apa saja yang menghambat


KBM dan membuat para guru lebih memahami proses yang akan dilakukan berikutnya untuk menerapkan evaluasi pembelajaran secara mandiri kedepannya.

 

5.2    Dampak Ekonomi dan Sosial

 

Melalui evaluasi pembelajaran daring dengan Model CIPP, maka didapat beberapa kesimpulan yang terkait dengan keempat komponen yang akan dijabarkan sebagai berikut;

 

1.       Text Box: Indikator CONTEX
Komponen Context

 

 

 


 


 

Komponen   Context   dalam   evaluasi ini memiliki tiga indikator dan diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, indikator Tujuan Sistem Pembelajaran daring diperoleh TPR 57,1% yang masuk kategori cukup baik, artinya tujuan pembelajaran cukup baik

Gambar 1. Hasil Analisis TPR Pada Aspek Context terlaksana dalam pembelajaran daring. Kedua,

indikator Kebutuhan terhadap   pelaksanaan sistem pembelajaran daring dilingkungan SMP Swasta Pembangunan diperoleh nilai TPR sebesar 42,9% dengan kategori cukup, yaitu sekolah memang cukup membutuhkan pembelajaran daring sebagai bentuk partisipasi dalam penanggulangan penularan wabah Covid 19. Ketiga, indikator Lingkungan Pelaksanaan Sistem Pembelajaran Daring diperoleh nilai TPR


50% dengan kategori cukup, artinya pelaksanaan sistem pembelajaran daring tergolong cukup baik, namun masih banyak catatan yang harus diperbaiki agar dukungan dari berbagai lingkungan yaitu pihak sekolah maupun pemerintah terhadap pelaksanaan pembelajaran daring lebih baik lagi.

2.      
Komponen Input

  

 


                Komponen     input     dalam     evaluasi ini memiliki empat indikator dan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Kompetensi Pendidik memperoleh TPR 50% dengan kategori cukup baik. Artinya pendidik memiliki kualifikasi pendidikan dan kompetensi guru hanya 50% yang memiliki kualifikasi baik, sehingga pihak sekolah perlu meningkatkan lagi kemampuan pendidik agar lebih baik pada masa yang akan datang. Kedua, indikator Pemahaman Siswa dengan sub indikator latar belakang mahasiswa dan kemampuan mahasiswa diperoleh TPR 50% dengan kategori cukup. Artinya untuk menerapkan sistem pembelajaran daring siswa masih perlu banyak perbaikan dari segi metode pembelajaran yang lebih baik agar pemahaman siswa lebih baik pula dalam menyerap pelajaran. Ketiga, indikator Ketersediaan Sarana dan Prasana dengan sub indikator yaitu ketersediaan fasilitas (internet, laptop, dan jaringan listrik) memperoleh TPR sebesar 50% dengan kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa sistem pembelajaran daring di SMP Swasta Pembangunan memiliki sarana dan prasana yang baik, meskipun demikian pihak sekolah dan pemerintah masih harus tetap meningkatkan dan menambah fasilitas lain yang menunjang dalam pembelajaran sehingga diharapkan dengan lengkapnya sarana dan prasana, guru maupun siswa mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Keempat, indikator Ketersediaan Silabus dan RPS sebagai perangkat pembelajaran diperoleh TPR sebesar 71,4% dengan kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dari perangkat pembelajaran yang ada pada program sistem pembelajaran daring cukup, namun perlu banyak perbaikan.



3.                 
Komponen Process

                        Pada Aspek Process Komponen process dalam evaluasi ini memiliki lima indikator dan diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, indikator Pelaksanaan Pembelajaran    dengan    sub indikator    proses pelaksanaan sistem pembelajaran daring diperoleh TPR sebesar 64,3% dengan kategori cukup. Artinya proses pembelajaran yang dilaksanakan berjalan dengan cukup baik, namun dengan banyak catatan perbaikan seperti kurangnya aktivitas pembelajaran dua arah antara guru dan siswa dikarenakan pembelajaran hanya menggunakan aplikasi Whats App. Kedua, indikator Aktivitas Pendidik diperoleh TPR sebesar 57,1% dengan kategori baik. Artinya, kegiatan pendidik dalam penerapkan berbagai metode pembelajaran dalam pembelajaran daring juga sudah berjalan dengan baik, walaupun dalam catatan evaluasi banyak diantara guru yang masih belum mampu menggunakan aplikasi pembelajaran online dengan baik. Ketiga, Indikator Aktivitas Siswa dengan sub indikator pemanfaatan sarana prasarana dalam pelaksanaan sistem pembelajaran daring, berdasarkan data yang diperoleh secara kuantitatif, didapat TPR sebesar 57,1% dengan kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa masih perlu banyak perbaikan, hal ini sejalan dengan pernyataan guru dimana masih banyak orang tua siswa yang tidak memiliki fasilitas handphone android, sehingga banyak siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran daring. Sehingga dengan fasilitas yang tidak memadai, sudah pasti siswa tidak dapat maksimal dalam pemanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran daring. Keempat, indikator Kendala dengan sub indikator hambatan- hambatan dalam proses pelaksanaan sistem pembelajaran daring, diperoleh TPR sebesar 57,1% dengan kategori cukup. Hal ini membuktikan bahwa pihak sekolah dalam mengelola program sistem pembelajaran daring.masih kurang bisa mengatasi kendala seperti masih ada beberapa guru yang belum dibantu untuk fasilitas pembelajaran daring seperti handphone Android ataupun laptop. Kendala lainnya yaitu kecepatan akses jaringan internet yang masih lambat bagi guru dan siswa, Kuota internet yang mahal dan subsidi kuota yang belum merata, kemampuan guru yang belum terampil menggunakan aplikasi pembelajaran online, serta banyak kendala lainnya. Kelima, indikator Solusi memperoleh TPR sebesar 57,1% dengan kategori cukup. Hal ini membuktikan bahwa solusi yang ditawarkan pihak sekolah cukup baik, yaitu agar sekolah bisa menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran daring di SMP Swasta Pembangunan.

 

4.       Text Box: Indikatro PRODUCTKomponen Product

 

 

 

 


 

 

 

 

Gambar 4. Hasil Analisis TPR Pada Aspek Product

Komponen product dalam evaluasi ini memiliki dua indikator dan diperoleh hasil sebagai berikut;

Pertama, indikator Hasil Belajar memperoleh TPR sebesar 64,3% dengan kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa yang mengikuti program sistem pembelajaran daring masih perlu banyak catatan, hal ini sesuai dengan pernyataan guru yang menyatakan banyak siswa yang kurang mengerti dengan materi ajar yang disampaikan sehingga nilai yang didapat siswa dari penugasan dan latihan secara daring kurang baik.

Kedua, Indikator Dampak Keilmuan dengan sub indikator dampak pelaksanaan sistem pembelajaran daring diperoleh data secara kuantitatif yaitu untuk TPR sebesar 57,1% dengan kategori cukup. Pembelajaran daring ini cukup memberikan tambahan muatan keilmuan bagi para guru dan siswa, dimana sebelumnya guru mengajar dengan cara yang sangat konvensional dan belum banyak melibatkan media online dalam pembelajarannya. Sehingga kedepannya guru dapat memadukan pembelajaran tatap muka maupun daring agar kualitas pembelajaran jauh lebih efektif dan efisien.

 

5.3    Kontribusi Mitra terhadap pelaksanaan.

Dalam program ini tim penelitian dan Mitra saling partisipatif dalam pelaksanaan PKM yang meliputi;

1.          Mitra sebagai penyedia tempat untuk menyelenggarakan kegiatan penelitian yaitu di SMP Swaswa Pembangunan Kabupaten Deli Serdang.

2.                 Mitra berperan sebagai peserta penelitian dan aktif berperan dalam kegiatan diskusi/ tanya jawab

 

 

FAKTOR PENGHAMBAT, PENDUKUNG DAN TINDAK LANJUT

 6.1.  Faktor yang Menghambat/Kendala

Faktor penghambat terlaksananya evaluasi pembelajaran daring di SMP Swasta Pembangunan ini tergolong cukup banyak dan secara umum terjadi di sekolah lainnya, yaitu;

1.       Kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran daring

Beberapa guru masih ada yang belum memiliki handphone Android sebagai sarana pembelajaran daring, sehingga guru meminjam handphone kerabatnya untuk melaksanakan pembelajaran. Dan saat pelaksanaan penelitian, beberapa guru tidak bias mengisi angket secara online karena tidak memiliki fasilitas handphone Android. Selain itu banyak pula dari orangtua siswa yang juga tidak memiliki handphone Android sehingga pembelajaran daring tidak berjalan dengan baik.

2.     Kuota Mahal dan Jaringan Lemah

Kuota yang mahal juga menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Walaupun ada bantuan kuota dari pemerintah, namun tidak semua guru dan siswa mendapatkan fasilitas tersebut.

3.     Antusias dan Motivasi Belajar Siswa Melemah

Dengan pembelajaran daring yang hanya menggunakan aplikasi Whats App, membuat siswa kurang tertarik dan kurang termotivasi untuk berperan aktif selama pembelajaran, sehingga materi maupun penugasan yang disampaikan guru di grup WhartsApp seringkali diabaikan dan tidak ditanggapi siswa yang mulai bosan dengan pembelajaran yang memang kurang efektif seperti yang selama ini terlaksana.

 

6.2.  Faktor yang Mendukung

Faktor pendukung dalam pelaksanaan penelitian adalah guru dan kepala sekolah sangat kooperatif dalam membantu tim untuk mempersiapkan terlaksananya kegiatan penelitian, serta berperan aktif dalam tanya jawab dan memberi saran dan masukan untuk evaluasi pembelajaran daring. Selain itu semua guru maupun kepala sekolah sangat termotivasi untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, sehingga kedepannya hal ini dapat menjadi kekuatan untuk sekolah dapat terus maju dan berkarya mencetak peserta didik yang hebat dikemudian hari.


6.3 Solusi dan Tindak Lanjutnya

 

Dengan beberapa faktor penghambat dan faktor pendukung yang telah dipaparkan sebelumnya, maka solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian adalah dengan melaksanakan evaluasi pembelajaran daring yang terus menerus, paling tidak evaluasi dilakukan sekali dalam setiap semester sehingga akan sangat efektif untuk mengukur tingkat keberhasilan penggunaan media pembelajaran  daring yang dilakukan di SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang. Dengan begitu pembelajaran di SMP Swasta Pembangunan ini akan terus mengalami perbaikan demi perbaikan.

 

Keberlanjutan program ini adalah dengan monitoring guru dalam menggunakan model evaluasi CIPP dan membantu guru dalam konsultasi terkait pelaksanaan evaluasi mandiri yang dilakukan guru kedepannya. Diharapkan dengan keberlanjutan evaluasi yang terus menerus dapat membantu untuk menjalankan KBM agar berlangsung dengan lebih efektif dan efisien.

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

 

7.1.  Kesimpulan

Kesimpulan penelitian yang dilaksanakan di SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang telah berjalan dengan lancar dan para guru dan kepala sekolah sangat antusias terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan ini menambah motivasi, wawasan dan pemahaman  guru tentang pentingnya evaluasi dalam pembelajaran daring. Selain itu para guru dan kepala sekolah sangat antusias untuk mendapatkan pengetahuan baru dari para dosen tim penelitian, sehingga mereka sangat terbuka sekali untuk kegiatan seperti ini diteruskan di sekolah mereka.


7.2.  Saran

Sebagai penunjang kegiatan pengabdian ini, SMP Swasta Pembangunan Kabupaten Deli Serdang harus memperbaiki kekurangan yang terjadi dalam prosen pembelajaran. Evaluasi pembelajaran harus menerus dilakukan, baik pembelajaran tersebut daring maupun tatap muka. Karena sesungguhnya evaluasi akan menghasilkan pencapaian yang jauh lebih baik kedepannya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amin, K. (2020). Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 (Corona) di

Lingkungan Perguruan TinggiKeagamaan Islam.

 

Henderson. (2003). The E-Learning Question and Answer Book. American

Management Association.

 

Clark, R. C. & Mayer, R. E. (2003). E- Learning and the Science of

Instruction. ossey –Bass/Pfeiffer.

 

GTPPCovid-19. (2020). Protokol Percepatan Penanganan Pandemi Covid-

19 (Corona Virus Disease 2019).

 

Stufflebeam dan Shinfield. (1985). Systematic Evaluation. Kluwer Nijhof

Publishing.

 

G.F, Madaus., M.S Scriven., and D.L, S. (1993). Evaluation Models, Viewpoints on Educational and Human Services Evaluation.

Kluwer-Nijhoff Publishing.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar