Yaa Rabbiii...
Hanya sekali dia berucap..
Namun mengapa..
Setiap kalimatnya mampu menundukkan egoku yang tinggi, dengan merendahnya..
Setiap kalimatnya mampu melenyapkan cemasku yang sangat, dengan ketenangannya..
Setiap kalimatnya mampu meredakan emosiku yang meluap-luap, dengan senyumnya..
Hai kawan..!!!
Menurutku, "Bahagia dan Sedih itu sepaket.."
Entah Kau pernah merasakan yang kurasa ini ataukah tidak..
"Perasaan bahagia dan sedih itu datang disaat yang bersamaan..
Dan saat itu, hanya berkhalwat dengan Allah-lah yang membuatmu tenang.."
Ini yang kurasakan pagi tadi..
Bahagia karena hari ini masih ku dapat mendengar suara itu..
Namun sedih karena suara itu tak lagi segagah jagoanku yang dulu..
Setiap kalimatnya yang serak dan lemah, mengiris-iris hatiku..
Membuat ku tak mampu menahan bulir-bulir itu kembali tumpah ruah..
Yaa, kuceritakan sedikit tentangnya..
Ayahandaku itu..
Biasa ku panggil "PAPA"..
Dialah PAPA TERHEBAT yang dikaruniakan Allah sebagai imam dikeluarga kami..
Setiap kali waktu sholat datang, beliau mengumandangkan Adzan sampai terdengar kepelosok ujung belahan gubuk kami yg kecil..
*Go to the "LE" to the "BAY".. LEBAY..!!! ^___^,"
Mendengarnya, apapun yang kulakukan langsung kutinggalkan..
Berwudhu dan berlari menuju barisan dibelakangnya..
(kadangku mengomel "Papa panggil-panggil donk kalo mau sholat.. Kan Icak bisa siap-siap Paa.."
Enteng bliau menjawab "Kan Papa udah sengaja Adzan kuat-kuat..",
Ku pun hanya tersenyum mesem.. ^___^," )
Begitulah beliau mendidik kami, sehingga ibadah tidak lagi sesuatu yang perlu di dikte..
InsyaAllah..
Dialah PAPA TERSABAR yang demi menjemput rezeki Allah, beliau mampu bertahan terpisah dari anak-istri..
Semenjak sebelum menikah dengan Mama, beliau sudah bekerja sebagai Pegawai Pemerintahan di Sibolga-kota kecil di ujung Sumatera Utara..
Dari Kota Medan, kita harus melewati 10 jam perjalanan menujunya..
What a hard track..!!!
Inilah jalan hasil juang para pemuda Indonesia dijaman kerja paksa Rodi dan Romusha..
Pemandangannya indah memang, tapi sepanjang jalan yang dilalui..
Kiri gunung dan kanan jurang..
Jalan berbelok tajam setiap 5 meter dengan lebar yang sangat pas-pasan untuk 2 mobil berukuran sedang..
Intinya, setiap kepulangannya menuju Medan, khawatir membuat ku hampir selalu terjaga menunggu kedatangannya..
Dan dia, papa super hebat ku itu, telah 27 tahun 5 bulan menjalaninya..
Dengan sabarnya..
Dialah PAPA TERLEMBUT, yang selalu luluh hatinya ketika tau aku selalu mengirit pengeluaranku ketika zaman kuliah dulu..
Kalimatnya yang selalu membuatku terenyuh ketika mengingatnya..
"Jangan karena ngirit Icak jadi makan nasi basi loo.."
(* Yaa, walaupun ngiritku ga sampe segitunyaa papakuu sayaaangg.. ^___^,")
Masa-masa berjauhan saat ini yang membuat ku semakin menyayanginya..
Benarlah bahwa "Kau hanya akan merasakan kehilangan jika seseorang itu tiada disisimu.."
(*Dan semakin kuatlah niatku untuk kembali kesana, bersama dengannya..menjaganya..memberikannya cucu yang lucu" nan sholeh-sholeha.. InsyaAllah.. Amiinn.. ^___^,")
Dialah PAPA TERBAIK, yang tiada pernah sekalipun ia mendidik kami dengan bahasa dan perilaku kasar..
That's why, I took him as a number One place in my heart..
You Are My EVERLASTING LOVE,..
Sungguh renta nya orangtua..
Adalah saat dimana Kita sangat berpotensi menjadi anak yang SHOLEH ataupun DURHAKA..
Yaa, pilihlah hai kawan..!!!
Aku pun memilih..
Dan mendengar senandung ini..
Seakan ayahandaku itu.. Menyanyikannya untukku..
I will always be.. "Your Little Girl.."
Seakan ayahandaku itu.. Menyanyikannya untukku..
I will always be.. "Your Little Girl.."
Wallahua'lam bissowab..
Keterangan ;
*Icak = panggilan kecil ku dirumah..
(apa deehh.. gag penting yaa.. ^__^,")
By;
Isnan Nisa Nasution
Selasa, 22 Januari 2013 @ Kosanku Istanaku..
*Kutulis tentangmu Ayahandaku tersayang..
Langit dan bumi menjadi saksi bahwa begitu besar kasihmu pada kami keluargamu..
Selamanya.. Yaa, selamanya hanya kau Laki-laki terhebat dalam hidupku..
Bahkan suamiku kelak pun tak akan menggantikan posisimu dihatiku..
Uhibbuka fillah yaa buyaa..
-Your Little Girl-
^___^,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar