Bismillah..
In The Name of Allah..
"Kak, Fitri
diusir bibi dari rumah..
Fitri udah seminggu
numpang tidur di warnet..
Udah 3 hari juga ga
makan Kak..!!"
Dihari pertamaku
kembali bekerja diwal tahun 2013.
Kudapati ponsel ku
berdering tanda pesan masuk.
Yaa, adikku..
Fitri namanya, 15
tahun usianya kini..
Dialah adik
binaanku ketika dikampus UNJ..
4 tahun ku
membersamainya..
Setiap kali break kuliah,
aku selalu mendatangi Masjid kampus, tempat dimana Fitri dan anak" lainnya
mengais rezeki Allah sebagai penjaga sepatu di Masjid..
Selain untuk sholat,
kusempatkan waktu untuk mengajarinya mengaji, mendengarkan cerita"nya yang
hhmm.. galau ala anak" ABG seusianya.. sampai beberapa kali aku pun
mengajaknya jalan" sekedar untuk menyenangkan hatinya..
Fitri dan anak"
sebayanya adalah anak dari keluarga kurang mampu..
Kerasnya hidup membuat
mereka mau tak mau harus mencari nafkah untuk membantu menghidupi keluarganya..
Dan kini keluarganya
tercerai berai..
Ibunda kandungnya
bahkan tidak mampu untuk menampungnya dirumah kontrakan yang hanya sepetak..
Ayahandanya hanya
seorang supir truk yang saban hari mabuk"an..
Bibinya hanya seorang
PRT dengan penghasilan sangat minim, yang akhirnya pun lepas tangan untuk
merawatnya..
Dan yang harus
kulakukan sekarang adalah mencarikannya tempat untuk tinggal..
Dimana pun itu asalkan
layak dan aman..
Harus malam ini juga..
Dan malam itu, dengan
sayu dan sesak seketika.. ku membalas pesannya..
"Sekarang kamu
dimana sayang.?
Dimana warnetnya.?
Yang punya warnet
laki" atau perempuan ?
MasyaAlooh, blum makan
3 hari deQ.?? "
Gusar membaca pesannya
membuatku tak sadar bahwa ku telah memberondongnya dengan pertanyaan yang jelas
menunjukkan kepanikanku..
Dan seketika..
Ada setitik perih
kurasa disini (*menunjuk kedadaku)..
Mutiara bening itu tak
terasa membanjiri pipiku..
Hatiku
merintih..menjerit.!!!
"Yaa
Rabb.. Mengapa sesakit ini rasanya tidak bisa berbuat apapun untuk orang
yg ku sayang.."
Allahuakbar.!!!
Tak tahu dari mana
fikiran itu terlintas..
Ku beranjak dari kamar
kos ku dan menuju rumah ibu kos yang berdampingan dengan kosan ku..
Tante Ratu nama bliau.
Ku ceritakan kisah adikku
yang malang itu dengan sepenuh hati, berharap Tante Ratu mau mengangkat adik
kecilku itu sebagai anak angkatnya..
Dan pembicaan serius
pun terjadi diantara aku, Tante dan suaminya..
Tante dan Om menyambut
baik wacana ku untuk membantu Fitri.
Fitri akan tinggal
bersama dikamarku, stiap pagi dia akan membantu memasak dan membersihkan kosan.
Dan selama aku kerja,
Fitri bisa makan bersama keluarga tante.
Alhamdulillah yaa
Rabb..!!!
Sebentuk juangku ini
berbuah manis.
Dalam Sempitnya
Kemampuan, Allah Maha Melapangkan Jalan..
Yaa, keterbatasanku
tak lantas menyurutkan langkah untuk berikhtiar..apapun itu..
Tanpa buang waktu lgsg
ku kirim pesan..
"Fitri sayang
malam ini tidur dikosan kaka yaa..
Ada ongkosnya.??
Hati" dijalan yaa
sayang..
Kaka tunggu
yaa..!! "
Selang 1 jam Fitri pun
sampai dikosan ku..
Entah perasaan apa itu
namanya..
Namun yang jelas
hatiku ploong ketika melihat wajah polosnya..
Dan mutiara bening itu
kembali membanjiri pipi..
Bukan untuk merintih,
namun untuk menjerit melafaskan.. "ALLAHUAKBAR..!!!"
Sungguh hanya Allah
yang tahu betapa sejak malam itu, ku semakin menyayanginya..
Uhibbukifillah yaa
ukhti shogiiroh..
^___^,
By ; Isnan Nisa
Nasution
Jakarta, 8 Januari
2013 / 25 Shafar 1434 H.
@ Wisma Bakrie 1 Lt. 2
( Kisah adikku..Pada malam itu, Rabu 2 Januari 2013..
Yaa, kutulis kisahmu ini
adikku.. dengan senyum yang tak terhenti hingga kututup kalimatku ^___^, )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar