Senin, 07 Januari 2013

Lapang dikala Sempit


Bismillah..
In The Name of Allah..


"Kak, Fitri diusir bibi dari rumah..
Fitri udah seminggu numpang tidur di warnet..
Udah 3 hari juga ga makan Kak..!!"

Dihari pertamaku kembali bekerja diwal tahun 2013.
Kudapati ponsel ku berdering tanda pesan masuk.

Yaa, adikku..
Fitri namanya, 15 tahun usianya kini..
Dialah adik binaanku ketika dikampus UNJ..
4 tahun ku membersamainya..
Setiap kali break kuliah, aku selalu mendatangi Masjid kampus, tempat dimana Fitri dan anak" lainnya mengais rezeki Allah sebagai penjaga sepatu di Masjid.. 
Selain untuk sholat, kusempatkan waktu untuk mengajarinya mengaji, mendengarkan cerita"nya yang hhmm.. galau ala anak" ABG seusianya.. sampai beberapa kali aku pun mengajaknya jalan" sekedar untuk menyenangkan hatinya..
Fitri dan anak" sebayanya adalah anak dari keluarga kurang mampu..
Kerasnya hidup membuat mereka mau tak mau harus mencari nafkah untuk membantu menghidupi keluarganya..
Dan kini keluarganya tercerai berai..
Ibunda kandungnya bahkan tidak mampu untuk menampungnya dirumah kontrakan yang hanya sepetak..
Ayahandanya hanya seorang supir truk yang saban hari mabuk"an..
Bibinya hanya seorang PRT dengan penghasilan sangat minim, yang akhirnya pun lepas tangan untuk merawatnya..
Dan yang harus kulakukan sekarang adalah mencarikannya tempat untuk tinggal..
Dimana pun itu asalkan layak dan aman..
Harus malam ini juga..

Dan malam itu, dengan sayu dan sesak seketika.. ku membalas pesannya..
"Sekarang kamu dimana sayang.?
Dimana warnetnya.?
Yang punya warnet laki" atau perempuan ?
MasyaAlooh, blum makan 3 hari deQ.?? "

Gusar membaca pesannya membuatku tak sadar bahwa ku telah memberondongnya dengan pertanyaan yang jelas menunjukkan kepanikanku..
Dan seketika..

Ada setitik perih kurasa disini (*menunjuk kedadaku)..
Mutiara bening itu tak terasa membanjiri pipiku..
Hatiku merintih..menjerit.!!!
"Yaa Rabb.. Mengapa sesakit ini rasanya tidak bisa berbuat apapun untuk orang yg ku sayang.."

Allahuakbar.!!!
Tak tahu dari mana fikiran itu terlintas..
Ku beranjak dari kamar kos ku dan menuju rumah ibu kos yang berdampingan dengan kosan ku..
Tante Ratu nama bliau.
Ku ceritakan kisah adikku yang malang itu dengan sepenuh hati, berharap Tante Ratu mau mengangkat adik kecilku itu sebagai anak angkatnya..
Dan pembicaan serius pun terjadi diantara aku, Tante dan suaminya..

Tante dan Om menyambut baik wacana ku untuk membantu Fitri.
Fitri akan tinggal bersama dikamarku, stiap pagi dia akan membantu memasak dan membersihkan kosan.
Dan selama aku kerja, Fitri bisa makan bersama keluarga tante.

Alhamdulillah yaa Rabb..!!!
Sebentuk juangku ini berbuah manis.
Dalam Sempitnya Kemampuan, Allah Maha Melapangkan Jalan..
Yaa, keterbatasanku tak lantas menyurutkan langkah untuk berikhtiar..apapun itu..

Tanpa buang waktu lgsg ku kirim pesan..

"Fitri sayang malam ini tidur dikosan kaka yaa..
Ada ongkosnya.?? 
Hati" dijalan yaa sayang..
Kaka tunggu yaa..!! "

Selang 1 jam Fitri pun sampai dikosan ku..

Entah perasaan apa itu namanya..
Namun yang jelas hatiku ploong ketika melihat wajah polosnya..
Dan mutiara bening itu kembali membanjiri pipi..
Bukan untuk merintih, namun untuk menjerit melafaskan.. "ALLAHUAKBAR..!!!"

Sungguh hanya Allah yang tahu betapa sejak malam itu, ku semakin menyayanginya..

Uhibbukifillah yaa ukhti shogiiroh..
^___^,


By ; Isnan Nisa Nasution
Jakarta, 8 Januari 2013 / 25 Shafar 1434 H.
@ Wisma Bakrie 1 Lt. 2
( Kisah adikku..Pada malam itu, Rabu 2 Januari 2013..
 Yaa, kutulis kisahmu ini adikku.. dengan senyum yang tak terhenti hingga kututup kalimatku ^___^, )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar