Selasa, 08 Januari 2013

Jika Imanku Sebatas Uang Kertas


Bismillah..
In The Name of Allah..

Selasa pagi, 8 Januari 2013 kuawali dengan masak nasi goreng kesukaanku..
Kalo kata Mba Riyani - teman sekantorku, "Kamu niat banget buat nasi gorengnya dekk, kompliiitt.!!"
Jawaban singkatku "Biar semangat makannya mbaakk..!!" (*sambil nyodorin tempat makanku-menawarkan..)
Yaa, dikantorku ini memang kami membiasakan makan bersama, dan biasanya kalo ada makanan apapun, sekejap mata langsung.. Amblaass..!!! Raiiibb..!!! karena semuanya, tanpa terkecuali adalah PREDATOR..!! Oke..oke.. So do I..!!!  ^___^,"

Panjang deyh kalo mau ngomongin segudang kebiasaan dikantor mahh.. 
Udah dibilang "Segudang", masih sanggup dengernyaa.?? *__*,"

Kembali ke agenda awal pagi ku itu..
Sambil masak, sambil sharing dengan Mbak Khusnul-teman senior dikosan..
Yaa, masih tentang adik asuhku-Fitri..
Akhir" ini memang fokusku masih tertuju padanya, amanah baruku ini harus benar" kujaga..
Dan beberapa pertimbangan dari hasil sharing itu memantapkan hatiku yang tadinya ragu untuk menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh ibu kosan - Tante Ratu, kepada Fitri untuk bekerja ditoko Bahan Material dan Bangunan.
Jaraknya memang dekat, hanya sekitar 50 meter dengan berjalan kaki dari kosan..
Baru berbilang hari Fitri menemaniku dikosan dan tawaran kerja itu datang padanya disaat yang sangat tepat.
Sejenak terdiam dan teringat ku ayat-ayat Cinta-NYA..

”Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
(QS. ath-Thalaaq : 2–3)

Selesai berbenah aku pun BBM atasanku, meminta izin untuk datang sedikit terlambat pagi ini.
Tak lama, "Oke silahkan" jawab atasanku. Alhamdulillah..
Segera ku mengantar Fitri ke Toko tsb ditemani oleh Bapak Kosan-Om Perry. 
(*Teringatku nama sejenis kapal setiap menyebut namanya, Sorry Omm..!!!  ^___^,")

Sesampai disana, aku langsung deal"-an dengan Ci Mina, wanita keturunan Cina paruh baya pemilik toko.
Kesepakatan dimulai dari jam kerja Fitri yang Full Monday to Sunday, Seven to Five..
Untuk sallary, bliau memberi kesempatan untuk aku yang mengajukan..
Dengan pertimbangan baru mulai belajar, aku mengajukan sejumlah nominal yang menurutku layak, 
dan Ci Mina langsung Oke.. Alhamdulillah..
Bahkan Ci Mina memberikan kemudahan dengan gaji dapat diambil per minggu, atau per bulan, terserah sj..
Dan kesepakatan pun selesai..
Itu anggapanku, jangan senang dulu..!!!

"Tapi saya minta satu hal.. Tolong kerudungnya Fitri dilepas selama kerja disini.."
Tambah Ci Mina, setelah smua kesepakatan ku sangka usai.

"Degg..!!!" 
Jantungku ngilu..!!! Nafasku tercekat mendadak..!!!
Memang hal ini yang menyebabkan keraguanku dari awal..
Dengan nampak nyata lemas ku, ku berbalik kearah Om Perry dan mengatakan bahwa aku tak setuju dengan pekerjaan ini jika harus melepas identitas adikku dan bahkan identitasku pula sebagai seorang muslimah..

Ci Mina mendatangiku dan menambahkan kalimatnya yang smakin menambah.. eerrgghh..!!! -___-"
"Saya ingin toko saya terlihat netral.
Dan kalo ada yg mau gangguin Fitri, saya bisa bilang kalo Fitri ini saudara saya.
Jadi ga ada yang berani ganggu dia.
Kalo Fitri pake kerudung, kan saya ga bisa bilang orang kalau dia saudara saya.
Ketahuan saya bohong nantinya.."

Heiii, ga ada alesan lain yaa.??
Mau Fitri pake kerudung atau nggak, tohh tetep bakalan ketahuan bohong kann.??
Jelas" warna kulit beda, white n brown gitu..
Dari Monas juga keliatan bedanyaa..!!!
Macam mana pulak ceritanya mau ngaku" sodara.?? ( *dengan logat BATAK niyh bacanya yakk..!!!)
Lagi juga emangnya lupa yaa ada Yang Maha Tauuu.?? Yang gag mempan juga kalo dibohongin mahh..!!!
Gini niyh tanda" KIAMAT SUDAH DEKAT, bahkan untuk berbohong pun masih harus diajarin..
(*Lohh..??? Yang nulis niyh juga sembari streess..!!! )
Ahahaahaaa..
Ketawa dulu yukk..
Seriuss banget dari tadiii..!!!
^____^,

Menarik nafas rada berat dan hati yg terus beristighfar..
"Maaf bu, kalo memang harus melepas kerudung, saya tidak mengizinkan.
Karena saya dalam proses mendidik adik saya ini dalam hal agamanya.
Menurut saya, kalo ibu mau melarang siapapun mengganggu adik saya, yaa tinggal ibu larang saja. Kerudung bukan halangan untuk dia bisa maksimal bekerja ditempat ibu.
Kalau memang berkenan, adik saya bisa langsung mulai kerja hari ini juga, namun kalau memang tidak berkenan, mohon maaf bu."

Untungnya semakin hari aku semakin terlatih untuk menahan intonasiku..
Dalam dua nafas, kalimat panjangku itu selesai terucap..
Speed yang nyaris "fast" dan tegas sengaja ku tekankan..

Yaa kawan, tak mudah mempertahankan selembar kain ini..
Hanya selembar kain memang, namun inilah IDENTITASKU sebagai seorang Muslimah..
Terserah mereka bilang apa tentang ke-Islamanku yang masih seujung kuku..
Namun inilah caraku mempertahankannya..
Yakin ku pada Sang Pemenuh Janji..

"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, 
bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan disana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal didalamnya."
(QS. Al-Baqarah : 25)

Jika Imanku Sebatas Uang Kertas..
Sungguh penyesalanku kan tiada berbatas..

Akhir kata..
"Oke gapapa, Fitri boleh kerja ditempat saya walau pakai kerudung."  
Sang Cici menutup kesepakatan.
Kali ini benar" sepakat..
Hufftt.. Finally..!!!
*Sambil senyum penuh kemenangan..!!! ^__^,

ALHAMDULILLAAAHH YAA RAHIIMM YAA KARIIMM..!!!


Selasa 9 Januari 2013 / 25 Shafar 1434 H.
@ Kostanku Istanaku, Rawamangun - Jakarta Timur, Indonesia.
Dan saat kuselesaikan cerita ini, dia - adikku itu..Yaa, Fitri.. ^___^,
Tengah berbaring disampingku..
Asiikk dengan mimpinya dan sesekali ku tertawa mendengar igauannya..
What a hard day, huhh dear.??
^___^,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar